Sabtu, 11 April 2026

Kayuh Sepeda 11 Ribu Kilometer, Mbah Yono Tiba di Siantar

Cinta akan Indonesia juga menjadi alasan bagi pria bernama lengkap Suyono Notodiwiryo ini melakukan niat nekatnya itu.

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR – Niat mengelilingi ibu pertiwi, Mbah Yono (70), warga Kediri Provinsi Jawa Timur melakukannya dengan mengendarai sepeda. Sejak keberangkatannya Juli 2010 dari Kediri, Sabtu (3/3/2012) ia tiba di Kota Pematangsiantar. Mbah Yono melakukan semuanya di usia senja demi mensyukuri rahmat Tuhan atas hidupnya.

Cinta akan Indonesia juga menjadi alasan bagi pria bernama lengkap Suyono Notodiwiryo ini melakukan niat nekatnya itu. Bahkan Mbah Yono menargetkan akan selesai melakukan perjalanannya selama tiga tahun. Sebelum tiba di Pematangsiantar, Mbah Yono telah melalui Aceh, Dairi, Simalungun dan Karo.

Mengawali perjalanannya, Mbah Yono terlebih dahulu mengadakan seremoni ziarah ke makan kedua orangtuanya.

"Saya terlebih dulu menabur bunga di makam ayahku di Kediri dan makam ibuku di Malang," kata suami dari Maria ini, saat berada di Mapolres Siantar.

Mbah Yono yang berambut putih akibat usia dan bertubuh kurus itu, juga berharap hasil perjalanannya nanti akan meraih rekor Museum Rekor Indonesia. Sebab, ia sejak kecil telah senang menggunakan sepeda, dan ingin memperoleh manfaat dari kegemarannya itu.

Setiap kali sampai di sebuah kota, Mbah Yono akan selalu mendatangi Polres atau Kodam setempat untuk bersilaturahmi dan mendapatkan surat jalan. Seperti yang dilakukannya di Polres Pematangsiantar.

"Saya ingin bersilaturahmi dengan warga daerah di seluruh Indonesia,” katanya.

Kakek 2 cucu dan dua anak ini, terlihat tak lelah sedikitpun. Meski waktu telah senja, ia berniat dan memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Kisaran.

Mbah Yono menceritakan, keberangkatannya dari Kediri mendapat restu dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng. Serta mendapat surat jalan dari Gubernur DKI Jakarta. Selama perjalanan, Mbah Yono telah mengalami banyak rintangan yang tidak berarti menghalangi niatnya. Termasuk harus mengganti sepedanya saat masih diawal perjalanan dan hanya mengganti ban sepeda sebanyak enam kali bisa membawanya tiba di Kota Pematangsiantar.

Meski harus merelakan sepeda miliknya hancur, semangat Mbah Yono semakin tinggi saat sebuah perusahaan produsen sepeda United memberikan sepeda baru baginya. "Baru berjalan 135 kilometer, saat itu, di Cikampek sepeda yang kubawa dari Kediri sudah rusak. Untung pemilik perusahaan sepeda United, bersedia memberikan sepeda, ban baru sebagai bekal," kenang Mbah Yono yang mendapat bantuan ransel dari tokoh nasional Akbar Tanjung.

Mbah Yono memperkirakan, sesuai dengan pengukur jarak yang dimilikinya, ia telah menempuh 11 ribu kilometer. "Satu kota bisa kulalui dalam dua hari, itupun tergantung cuaca. Kalau hujan ya terpaksa harus berhenti dulu," kata kakek yang semasa mudanya berjualan arang berkeliling dengan sepedanya yang rusak di awal perjalanannya itu.

Kebutuhan Mbah Yono selama di perjalanan, menurut pengakuannya, tidak pernah kekurangan. Ada saja yang menawarkan makan dan seluruh kebutuhannya di tengah perjalanan yang ditempuhnya.
Setiap Polres yang disinggahinya selalu memberikan bantuan demi bantuan untuk bekal di jalan. Yang lebih hebat dari perjalanan kakek ini, selama perjalanan ia tidak pernah terserang penyakit bahkan flu sekalipun.

"Kalau makan, Alhamdulillah ada saja yang ngasih," ujarnya di sela-sela cerita perjalanannya. Mbah Yono lebih senang mengonsumsi kacang hijau dan pisang, alasannya untuk menjaga kesehatan mata.

Seolah masih berusia muda, sambil mengangkat tangan kanan dan mengepalkan tinjunya Mbah Yono mengajak generasi muda Pematangsiantar untuk tetap cinta NKRI. Buntelan di sepedanya yang penuh mulai dari senter, mantel, beberapa stel baju, matras, dan berbagai dokumentasi perjalanannya tersusun rapi di badan sepeda ramping itu.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved