Rampok Toko Emas
AKP D Akui Dititipi Mobil Pelaku Perampokan Toko Emas
Kepolisan Daerah (Polda) Lampung sampai saat masih menetapkan AKP D sebagai saksi terkait sebuah mobil
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Romi Rinando
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Kepolisan Daerah (Polda) Lampung sampai saat masih menetapkan AKP D sebagai saksi terkait sebuah mobil yang dititipkan seorang pelaku perampokan toko emas di Ciputat, Tangerang Selatan, 24 Februari 2012.
"Perwira (AKP D) itu sudah diminta keterangan. Dia diperiksa sebagai saksi pendukung terkait pengakuan dari salah satu pelaku perampokan," ungkap Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, Selasa (6/3/2012).
Sulistyaningsih mengatakan, AKP D mengakui jika dirinya dititipi mobil milik tersangka AS (Anwar Syarifudin) yang merupakan salah satu pelaku perampokan. Namun AKP D tidak mengetahui asal usul mobil tersebut.
"AKP D mengakui dia menyimpan mobil, namun dia tidak tahu kalau mobil itu adalah mobil dari hasil perampokan. Perwira itu juga mengakui adanya hubungan kekerabatan dengan salah satu pelaku," tukas Sulistyaningsih.
Sampai saat ini, kata Sulistyaningsih, Propam Polda Lampung sudah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. "Permasalahan ini sudah ditangani Propam Polda Lampung," pungkasnya.
Dugaan keterlibatan AKP D diutarakan Kepala Sub Direktorat Resmob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Herry Heryawan kepada wartawan.
Herry mengaku, ada satu perwira polisi berinisial Ajun Komisaris Polisi (AKP) D bertugas di Polda Lampung diduga terlibat perampokan di toko emas di Jakarta.
Pasalnya D ikut menyembunyikan mobil Suzuki Aerio hasil kejahatan. Hal tersebut terungkap dari pengakuan AS, salah satu anggota perampok toko emas di Ciputat.
AS mengaku mendapat jatah hasil rampokan sebesar Rp 100 juta. Uang inilah yang kemudian digunakan membeli mobil dan selanjutnya mobil itu dititipkan di rumah kakaknya berinisial AKP D, yang bertugas di Polda Lampung
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Pol Rikwanto menyatakan, perampokan ini telah mereka rencanakan empat hari sebelumnya.
Awalnya, kata dia, mereka menggambar lokasi sasaran lebih dulu. Mereka lalu membagi tugas, mulai dari penggambar lokasi sasaran, penyedia peralatan kejahatan, eksekutor, dan pengawas situasi yang stand by di lokasi hingga penjemputan.