Polisi Gadungan Kembali Beraksi
Peringatan bagi pelajar di Kota Cirebon. Sebaiknya mewaspadai bila bertemu
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Peringatan bagi pelajar di Kota Cirebon. Sebaiknya mewaspadai bila bertemu dengan pria tak dikenal mengaku anggota polisi dan berpura-pura merazia telepon seluler (ponsel).
Sebab, Kamis (15/3/2012) pagi, empat pelajar SMK di Kota Cirebon menjadi korban pria yang mengaku anggota polisi. Kepada korban, pria itu mengaku tengah melakukan razia ponsel pelajar yang diduga menyimpan konten porno.
Dengan sedikit memaksa, pria itu meminta empat pelajar SMK Wahidin, masing-masing Dian Wahyunengsih (16), Agni Solawati (16), Siti Hardiyanti (16), dan Eka Budianti (16) mengeluarkan ponsel. Dengan gaya layaknya anggota polisi, pria itu langsung mengambil ponsel dari keempatnya dan berpura-pura memeriksa konten porno.
Namun setelah diperiksa singkat, pria itu meminta keempat pelajar untuk menunggunya sebentar. Sementara pria itu akan pergi, dengan alasan harus memeriksa ponsel di kantornya. Empat pelajar itu percaya saja. Mereka rela menunggu selama satu jam, sampai pria itu kembali.
Sayang, setelah satu jam ditunggu ternyata pria itu tak kunjung kembali. Karena penasaran, akhirnya keempat korban berinisiatif mendatangi Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota di Jalan Veteran.
Namun setibanya di kantor polisi, diketahui tidak ada razia ponsel kemarin. Polisi pun menduga jika pria itu adalah preman yang sengaja meminta ponsel keempat pelajar.
Keempat pelajar itu pun langsung menangis di kantor polisi. Mereka menyesal telah percaya terhadap pria itu, sehingga satu unit ponsel Nokia 7610, satu unit Nokia 3330, satu unit Samsung, dan satu unit Cross hilang dibawa pelaku. Keempat pelajar itu pun mengaku mengalami kerugian senilai Rp 1,5 juta.
"Kami sedang bermain di Taman Ade Irma. Kemudian didatangi pria itu dan mengaku polisi," kata Dian Wahyunengsih yang diiyakan tiga rekannya, kemarin.
Kepala Kepolisian Resor Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri meminta warga untuk berhati-hati terhadap tindak kriminal seperti yang menimpa empat pelajar, Kamis siang kemarin.
Kasus serupa juga pernah terjadi beberapa bulan lalu di Kota Cirebon. Modusnya sama, yakni pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang berpura-pura menggelar razia ponsel pelajar.