Rabu, 10 Juni 2026

Kopi Khas Manado Dimasak Pakai Arang Kelapa

Bicara soal rumah kopi tentu bukan hal baru bagi kebanyakan warga Manado, apalagi para politisi, aktivis LSM

Tayang:
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Manado

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bicara soal rumah kopi tentu bukan hal baru bagi kebanyakan warga Manado, apalagi para politisi, aktivis LSM, mahasiswa, birokrat, wartawan, pengusaha, atau mereka yang hobi catur.

Selain tempat bercengkrama guna menjalin keakraban, rumah kopi pun berfungsi sebagai tempat rapat, diskusi maupun negosiasi bisnis.

Ada juga yang sekadar menikmati cita rasa kopi yang berbeda dibandingkan kopi di kafe atau buatan sendiri di rumah.

Berkat cita rasa yang khas itulah, tidak mengherankan banyak pengunjung rumah kopi jadi ketagihan. Mereka 'sakit kepala' jika sehari saja tidak mengunjungi rumah kopi yang tersebar di Manado seperti di Jalan Sam Ratulangi, Piere Tendean Boulevard, Jalan Ahmad Yani, Jalan Roda, dan beberapa tempat lainnya.

Bisa Anda saksikan rumah kopi di Manado tak pernah sepi pengunjung.

Proses memasak secara khusus membuat cita rasa kopi di rumah kopi tidak sama dengan kopi racikan di kafe. Di Tikala, misalnya, kopi dimasak menggunakan arang kelapa.

Menurut Lucky Lumenta, penggunaan arang kelapa membuat aroma kopi lokal semakin kuat dan menebarkan rasa yang khas. Cara memasak sebagai berikut. Ia memasukkan satu ons kopi dalam teko kemudian dimasak menggunakan arang kelapa sampai mendidih.

Kopi panas dituangkan ke dalam gelas atau cangkir baru ditambahkan gula atau susu sesuai selera pembeli.

Cita rasa berbeda juga diakui Ryo, pemilik rumah kopi Tanjung Batu. Ryo mengatakan, racikan kopi mereka sudah dikenal berbagai kalangan, tidak hanya di Manado.

"Saya kaget ketika berada di mall di Jakarta, tiba-tiba ada beberapa warga menyapa saya dengan sapaan hai rumah kopi Tanjung Batu. Saya kaget, kok mereka kenal?" cerita Ryo.

Rumah kopi Tanjung Batu memiliki kekhasan lain yakni roti sele srikaya buatan sendiri. Rasanya enak dan telah diakui banyak pihak.

Tien Rondonuwu, pemilik Rumah Kopi Billy, mengatakan, pihaknya memilih kopi lokal Sulut asal Kotamobagu karena memang sangat disukai pelanggan.
"Biasanya kami menggunakan kopi Kotamobagu Cap Keluarga," ujarnya. Menurut Rondonuwu, rumah kopi yang berdiri 6 Juni 2006 itu tak pernah sepi pengunjung.

Bahkan jika ada yang tidak kebagian tempat duduk dan pihaknya harus menyiapkan kursi tambahan.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved