Rabu, 10 Juni 2026

Joy Sempat Minta Dokter Memanjangkan Alat Vitalnya

Akhirnya, dua hari lalu, Selasa (10/4), ada kepastian bahwa Joy akan dioperasi pada Kamis (12/4)).

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM - Muhammad Prawiro Dirjoyo (20), warga Bangetayu, Genuk, Semarang,  adalah warga yang akhir Desember 2011 lalu secara hukum dinyatakan sah berganti kelamin dari perempuan ke laki-laki oleh Pengadilan Negeri Semarang. Kemudian, sejak 30 Maret 2012 ia masuk rumah sakit untuk menjalani operasi.

Di rumah sakit, selama 11 hari Dirjoyo, yang akrab disapa Joy, hanya menganggur. Akhirnya, dua hari lalu,  Selasa (10/4), ada kepastian bahwa Joy akan dioperasi pada Kamis (12/4)).  Hal itu disambut gembira sang ibu.

"Saya sudah ayem, Joyo bisa operasi. Sebelum operasi, terus terang saya kepikiran terus," ucap Ngatun dalam  Bahasa Jawa, di depan ruang operasi.

Joy ditangani lima dokter ahli. Seusai dioperasi ia terlihat masih lemas. Mukanya pun pucat. Kepada wartawan ia mengaku lega bahwa operasi tahap pertama berjalan lancar.

"Saya tadi sempat minta (agar alat kelamin saya) dipanjangin sama dilebarin," canda Joy di ruang rawat inapnya, disambut derai tawa orang-orang yang mendengar.

Ia pun mengaku merasa penasaran dengan hasil operasi terhadap dirinya. Tetapi, saat ini Joy  belum bisa merasakan apa-apa akibat pembiusan itu. Paling tidak, ia baru bisa merasakan hasil operasi pada Jumat (13/4) hari ini. Harapannya, serangkaian operasi  berjalan lancar semua.

"Ini baru tahap pertama, masih ada tahap berikutnya. Sepertinya saya harus memulihkan diri dulu, baru operasi lagi," tambah Joy.

Adapun yang menjadi pikirannya adalah bagaimana nanti bisa membayar biaya operasi, karena ia hanya punya Jaminan Kesehatan Kota (Jamkeskot) Semarang. Setahunya, Jamkeskot hanya membayar 60 persen biaya operasi. Tetapi,  menurut  pihak rumah sakit, ia tidak perlu memikirkan hal itu; yang terpenting operasi dahulu, sedangkan untuk biaya nanti pihak rumah sakit akan mencarikan donatur.

Dokter bedah Joy, Ardi Santoso, menjelaskan, operasi tahap pertama merupakan pembuatan saluran kencing dan menempatkan testis di bawah testis. Hal tersulit adalah menormalkan testis, yang sebelumnya terjepit. Sedangkan tahap kedua akan dilakukan enam bulan berikutnya, menunggu masa pemulihan. Operasi tahap kedua adalah penutupan lubang, kemudian yang  terakhir merupakan terapi.

"Kalau soal ukuran pasti sekarang subrnormal. Untuk fertilitas (terkait proses melahikran, Red) kami belum tahu," ujar dokter ahli urologi (bedah khusus yang berfokus pada saluran kemih laki-laki dan perempuan, dan pada sistem reproduksi laki-laki, Red)  itu. (www.tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved