Kamis, 21 Mei 2026

Krisis Lahan Makam di Manado, Satu Lubang Dua Jenazah

Lahan pekuburan umum di Kota Manado butuh perhatian serius dari pemerintah kota

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Lahan pekuburan umum di Kota Manado butuh perhatian serius dari pemerintah kota mengingat sejumlah lokasi sudah tidak memadai lagi. Bahkan ada lokasi pekuburan yang sudah penuh, misalnya pekuburan Borgo di Jalan 14 Februari Manado.

Sekretaris Yayasan Komunitas Borgo Johnny Matheos pekuburan untuk orang Borgo memang telah penuh. Apalagi pekuburan tersebut telah telah ada sejak sekitar tahun 1700.

"Memang lahan tersebut sudah penuh dengan makam-makam, dan tidak dapat lagi disemayamkan jasad lainnya. Namun kenyataanya meskipun sudah bertumpuk di satu lubang, anehnya, jika lubang tersebut digali kembali tidak ada tulang-belulang yang ditemukan. Padahal telah ditumpuk lebih dari dua jenazah. Jadi, jika dikatakan telah penuh, memang penuh. Namun jika dibilang masih kosong juga kami tidak membantahnya," ujar Matheos kepada Tribun Manado, Rabu (25/4/2012).

Di pemakaman tersebut saat ini masih dipegang teguh aturan adat yang mengatakan hanya keturunan Borgo yang dapat dikubur di tempat tersebut, sedangkan orang lain tidak boleh.

"Meskipun mereka berada di Jakarta atau daerah lainnnya jika memang keturunan Borgo mereka dapat di makamkan di tempat tersebut. Jadi tidak sembarangan masyarakat yang dikuburkan di tempat tersebut," ujarnya.

Selain itu, nilai spiritual dan persatuan warga adat Borgo tercermin pada makam tersebut. Makam yang terletak di wilayah Kecamatan Wenang ini terdiri dari dua bagaian, yaitu lokasi untuk pekuburan Islam dan Kristen. Dalam dua lokasi  tersebut baru dilakukan pembagian menurut keluarga. Meskipun terbagi dua bagian, namun makam Borgo satu kesatuan yang tak terpisahkan.

"Sebagai contoh Makam Raja Ali berada di tempat pemakaman Kristen, sedangkan makam Kanjeng Ratu Sri Kedaton Salumpaga Toli-Toli yang saat ini menjadi tempat tujuan wisata berada di makam Islam," kata Matheos.

Nilai  historis dari pemakaman tersebut sangat tinggi, karena di dalamnya terdapat 13 waruga. Sampai saat ini masyarakat Borgo menolaka direlokasi, karena tempat tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Siapkan Tiga Lokasi

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Manado Julises Oehlers mengatakan Pemerintah Kota Manado akan menyediakan tiga lokasi untuk tempat pemakamam umum yaitu di bagian utara, tengah dan selatan kota. Saat ini tanah yang telah dibebaskan adalah di daerah Kairagi.

"Hal tersebut telah menjadi kewajiban bagi Pemko Manado untuk menyediakannya, namun  di Manado berkembang budaya lama masyarakat yang menguburkan yang meninggal di lokasi yang yang telah disiapkan sendiri," ujarnya.

Oehlers mencontohkan seperti warga Islam menguburkannya di pemakaman Islam, warga Kristen juga menguburkan keluarganya di Pemakaman Kristen serta beberapa pemakaman adat lainnya. Dan, mereka umumnya enggan direlokasi.

"Sebab warga biasanya membeli lahan pekuburan melalui dana sosial yang dikumpulkannya," katanya.

Saat lahan di Kairagi seluas 5 hektare yang awalnya dibeli Pemko Manado untuk TPU sedang dipagari karena sebelumnya lahan tersebut masih berupa patokan saja.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved