Buruh Makassar Minta Marsinah Jadi Pahlawan
Demonstran yang mengatasnamakan diri Front Oposisi Rakyat Indonesia (For-Indonesia) melakukan
Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Azis
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Demonstran yang mengatasnamakan diri Front Oposisi Rakyat Indonesia (For-Indonesia) melakukan aksi unjuk rasa di bawah jembatan layang (flyover) Makassar, simpang Jl Urip Sumiharjo-Jl AP Pettarani, Kecamatan Panakukang, Selasa (8/5/2012)
Aliansi ini merupakan gabungan sejumlah organisasi di antaranya PRP (Perhimpunan Rakyat Pekerja), KSN (Konfederasi Serikat Nasional), FSPBI (Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia), GSBN (Gabungan Serikat Buruh Nusantara) SBSI (Serikat Buruh Seluruh Indonesia), dan SJPM (Serikat Juru Parkir Makassar).
Kordinator Lapangan Sulistiani dalam orasinya meminta seluruh elemen buruh bersama masyarakat untuk memperjuangkan Marsinah sebagai pahlawan buruh perempuan di Indonesia. Ia juga mendesak aparat penegak hukum menuntaskan kasus pembunuhan Marsinah yang diduga melibatkan aparat keamanan.
"Jadikan gugurnya Marsinah, tanggal 8 Mei, sebagai Hari Buruh sebagai bentuk perjuangan perempuan Indonesia," ujarnya. Dalam pernyataan sikap tertulisnya, demonstran juga menuliskan historis kematian "misterius" Marsinah.
Marsinah disebutkan adalah salah seorang buruh PT Catur Putra Surya, Porong Sidoarjo. Ia memimpin aksi pemogokan kerja, 3-4 Mei 1993, untuk menuntut kenaikan upah dari Rp 1.700 per hari menjadi Rp 2.500, cuti haid, cuti hamil, upah lembur, dan kebebasan berserikat.
Marsinah dan beberapa temannya kemudian di panggil Kodim Sidoarjo. Ketika Marsinah mendatangi Markas Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan kawannya, ia pun hilang.
Pada tanggal 8 Mei 1993 marsinah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan luka disekujur tubuhnya.