Kapolda NTT Siaga di Atambua
Situasi perbatasan RI-RDTL khususnya di pintu utama Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu dalam kondisi aman dan kondusif
Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong
TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA--Situasi perbatasan RI-RDTL khususnya di pintu utama Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu dalam kondisi aman dan kondusif. Meski demikian, menjelang pelantikan Presiden RDTL terpilih, Taur Matan Ruak, Minggu (20/5/2012), pengamanan di pintu gerbang perbatasan itu diperketat. Arus pelintas batas (pelibas) dari RDTL maupun sebaliknya tidak terlalu meningkat seperti hari-hari sebelumnya.
Kapolda NTT, Brigjen Ricky Sitohang, S.H, bersama perwira di lingkungan Mapolda NTT siaga di Atambua, Ibukota Kabupaten Belu selama dua hari untuk memantau situasi keamanan di daerah itu.
Pantauan Pos Kupang, Jumat (18/5/2012), Kapolda bersama rombongan seusai bertatap muka dengan jajaran perwira di Mapolres Belu, langsung turun ke Motaain untuk memantau situasi terkini. Kapolda melakukan dialog dengan anggota Polri maupun TNI (Satgas Pamtas RI-RDTL) untuk menanyakan keadaan serta situasi terkini. Kapolda memberikan penguatan kepada semua anggota baik Polri maupun TNI untuk tetap menjalin komunikasi baik dengan aparat di RDTL maupun dengan masyarakat perbatasan.
Kepada wartawan disela-sela memantau situasi di Motaain, Kapolda Ricky mengatakan, kehadirannya di perbatasan semata-mata untuk melihat anak buahnya yang bertugas di garis perbatasan. Kehadirannya ibarat seorang bapak yang mengunjungi anak-anaknya untuk mendapatkan masukan mengenai situasi yang dihadapi anggota selama penugasan.
"Kunjungan saya ke sini ibarat kunjungan seorang bapak kepada anak-anaknya. Sebagai pimpinan sesewaktu juga harus bertindak sebagai seorang bapak, saudara dan teman bagi bawahan yang dipimpin," kata Sitohang.
Menyinggung soal pelaksanaan pelantikan Presiden RDTL dan rencana kunjungan Kapolri ke Kabupaten Belu, Kapolda Sitohang mengatakan, pihaknya akan selalu siap siaga menyambut setiap kedatangan pimpinan tertinggi. Dan terkait pelantikan presiden, jajaran Polri dan TNI tentu menjalin komunikasi dengan aparat keamanan di RDTL untuk menjaga suasana perbatasan tetap kondusif.
Khusus bagi jajaran perwira di lingkungan Mapolres Belu, Sitohang meminta untuk mencermati dan selalu memantau situasi di perbatasan. Hal ini perlu dilakukan karena pihaknya tidak mau lengah dengan situasi keamanan yang stagnan yang terjadi saat ini dan terkontaminasi dengan situasi yang terjadi dengan negara tetangga. Khusus perwira di tingkat sektor, khususnya yang berada di garis perbatasan agar senantiasa menjalin kerja sama dan komunikasi yang intensif dengan tetap berpegang pada tupoksi masing-masing. "Saya berharap komunikasi intensif terus dibangun dengan aparat di negara tetangga (RDTL)," katanya. *