Ketika Komunitas Gay Malu Periksa Kesehatan
Kepala Puskesmas Kedondong, drg Rihi berharap komunitas Gay, Waria dan Lelaki Suka Lelaki (GWL) tidak sungkan mengakses layanan kesehatan.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Kepala Puskesmas Kedondong, drg Rihi berharap komunitas Gay, Waria dan Lelaki Suka Lelaki (GWL) tidak sungkan mengakses layanan kesehatan. Jika ada keluhan kesehatan sebaiknya langsung mendatangi puskesmas agar bisa diperiksa.
"Puskesmas bukan sekedar tempat berobat melainkan juga sebagai tempat bertukar informasi dari masyarakat ke petugas kesehatan terkait hidup sehat,” kata Rihi saat melakukan dialog dengan komunitas GWL di Puskesmas Kedondong Jumat (25/5/2012).
Ia mengatakan petugas kesehatan mempunyai kode etik, sehingga tidak semua yang disampaikan oleh GWL disampaikan kepada masyarakat lain. Maka dari itu dia meminta GWL tidak malu lagi ketika akan memeriksakan kesehatannya.
"Komunitas harus yakin bahwa petugas kesehatan menjaga kerahasiaan penyakit pasien," jelasnya.
Pada pertemuan di tempat layanan juga ditemukan masih banyak GWL yang menggunakan obat antibiotik sembarangan guna menyembuhkan maupun mengantipasi tertularnya penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS).
Sementara itu dr Wili yang saat itu menjadi pemateri tentang IMS mengatakan, sebaiknya tidak mengonsumsi obat antibiotik sembarangan. Wili menyarankan agar komunitas bisa langsung bertanya kepada dokter atau tenaga kesehatan yang berkompeten. "Jangan sampai bertanya pada orang yang salah," ujarnya.
Pertemuan komunitas di tempat layanan yang dilaksanakan KPA Kabupaten Ketapang disambut baik oleh komunitas GWL. Mereka juga berharap kedepan pertemuan seperti ini sering dilakukan.
Menurut mereka selain mendapatkan informasi tentang penyakit IMS, juga mengetahui cara mengakses tempat layanan sehingga kedepan mereka tidak sungkan lagi untuk memeriksakan diri ke tempat layanan.
Sebelumnya, komunitas LSL Fery mengaku malu jika ingin datang ke puskesmas untuk memeriksakan diri. Apalagi jika mereka ingin memeriksakan kelamin kepada petugas kesehatan. Itu sebabnya mereka jarang yang datang ke puskesmas.
Baca juga: