Massa Bakar Pos Satpam SUS Gedebage
Permasalahan warga dan pengembang Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage pada Senin
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Permasalahan warga dan pengembang Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage pada Senin (9/7/2012) malam diduga masih berbuntut panjang. Sekitar pukul 09.00, Selasa (10/7/2012) massa selain merusak salah satu pos satpam di area stadion bernilai Rp 600 miliar itu, mereka membakarnya lalu meninggalkannya.
Belum diketahui identitas massa yang melakukan pembakaran. Polisi masih berusaha menengahi dan menyelidiki kasus kesalahpahaman antara warga dan pengembang PT Adikarya. "Lebih lah dari 30 orang mah, enggak tahu, enggak kenal. Kejadiannya cepat," kata Dadang (54), salah seorang warga di sekitar lokasi yang tengah menggarap sawahnya.
Rencananya, hari ini polisi akan mempertemukan PT Adikarya dan warga untuk mencari titik temu serta penyelesaian masalah.
Diberitakan sebelumnya, bokong Deni Irawan (27), salah seorang warga tertusuk pisau yang diduga milik Solihin, salah seorang pegawai PT Adikarya, Senin (9/7/2012). Massa mengamuk dan merusak sejumlah properti milik pengembang Stadion Utama Sepakbola bernilai sekitar Rp 600 miliar itu.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 tersebut secara cepat tersebar dan sekitar pukul 18.00, massa menggeruduk lokasi proyek yang berada di wilayah RT 05/01 Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage.