Jumat, 29 Mei 2026

Nelayan Pamayang Diterjang Ombak

Sebuah perahu nelayan Pamayang, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Sebuah perahu nelayan Pamayang, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, terbalik diterjang ombak Samudera Indonesia, Senin (6/8/2012) sore. Akibat musibah tersebut, seorang nelayang hilang dan hingga Rabu (8/8/2012) masih dicari tim SAR gabungan.

Sekretaris Forum Relawan Bencana Tasikmalaya, Nanang Kuswara, mengungkapkan, upaya pencarian sudah dilakukan hingga ke perairan Kabupaten Garut dengan menggunakan perahu karet. "Termasuk juga menyisir pantai. Tapi hingga kini masih belum ditemukan," ujarnya.

Warga sekitar mempercayai mitos yang selama ini ada, yakni kalau ada yang tenggelam baru bisa ditemukan pada hari ketiga. Namun begitu, kata Nanang, upaya pencarian tetap dilakukan karena menyangkut nyawa manusia.

"Warga memang mempercayai mitos itu. Tapi upaya pencarian tidak bisa tergantung mitos," katanya.

Perahu nahas tersebut ditumpangi Rouf (45) dan Dirman (40), keduanya nalayan Pamayang, warga Kampung Tamansari, Desa Cikawungading, Cipatujah. Keduanya mulai melaut sekitar pukul 17.00. Namun baru saja ke luar dari pintu Dermaga Pamayang, tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam perahu tersebut hingga terbalik.

"Menurut keterangan sejumlah nelayan lain yang menyaksikan peristiwa itu, ombak besar datang secara tiba-tiba dan langsung menerjang perahu yang ditumpangi kedua korban. Keduanya berupaya berenang. Tapi hanya Dirman yang berhasil mencapai dermaga. Sedangkan Rouf terus menghilang," kata Nanang.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tasikmalaya, Dedi Mulyadi, mengatakan nelayan Pamayang yang jumlahnya mencapai ratusan biasa melaut sore hari dan baru pulang dini hari hingga pagi harinya. "Ini baru kali pertama musibah terjadi di arena yang sebenarnya tergolong aman," jelasnya.

Menurut Dedi, dibangunnya Dermaga Pamayang yang mirip benteng penahan agak ke tengah di daerah pantai berkarang, selain sebagai pusat berangkat dan mendarat perahu nelayan juga untuk memberikan pengamanan kepada nelayan dari terjangan ombak besar. "Makanya kami terkejut musibah datang masih di dalam dermaga sendiri," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved