Rabu, 10 Juni 2026

Suara Benturan Keras Saat Bus Ibas Terserempet Truk

Salah satu bus dalam iring-iringan kendaraan yang ditumpangi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA -- Salah satu bus dalam iring-iringan kendaraan yang ditumpangi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) beserta rombongan terserempet truk H 1635 LS pengangkut besi bangunan, di Jl Wates Km 10 wilayah Glondong Kecamatan Sedayu Bantul, Rabu (8/8/2012) sekitar pukul 11.00.

Rombongan dalam pengawalan dua mobil patwal tersebut sedianya melaju dari arah Purworejo menuju Yogyakarta. Anas beserta rombongan dijadwalkan melangsungkan sejumlah agenda, salah satunya bakti sosial di kantor DPP Partai Demokrat DIY pukul 12.15.

Namun saat rombongan sampai di tanjakan sekaligus tikungan di Jl Wates kilometer 10, pukul 11.00, bus pertama di belakang mobil patwal sweeper dan patwal 91 terserempet truk dari arah timur (Yogyakarta) yang dikemudikan Agus Ariyanto (30) warga Klaten.

Berdasarkan informasi dihimpun di lokasi, rombongan partai Demokrat itu sempat berhenti. Namun tak lama langsung melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun sopir truk mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan tangan karena truknya terguling.

Saksi mata di lokasi, Yuda, mengaku mendengar suara benturan keras. Dia saat itu berada di depan bengkelnya di selatan jalan lokasi kecelakaan. Begitu menoleh ke arah jalan, Yuda melihat truk terguling dan muatannya berupa besi bangunan tercecer di jalan raya itu.

"Terlihat sekilas truk banting kiri karena hampir beradu muka dengan patwal dari barat yang menyalip mobil di depannya," ungkap Yuda, di lokasi, Rabu (8/8/2012).

Dia menduga truk setelah banting kiri lalu banting kanan karena di kiri (selatan jalan) jalan itu ada bengkel Yuda. Saat itu lalu truk terguling setelah sempat menyenggol bagian badan bus pertama dalam rombongan tersebut.

Pengemudi truk H 1635 LS, Agus Ariyanto (30) mengatakan saat itu dia dari Klaten membawa besi bangunan hendak ke arah Kulon Progo. Saat di lokasi, dia mengaku terkejut melihat dua mobil patwal rombongan Anas dari barat menyalib mobil di depannya. Karena hampir beradu muka, dia banting kemudi ke kiri. Namun, berat beban diangkut truk itu membuatnya gagal mengendalikannya sehingga sempat menyerempet bus dan terguling.

Keterangan Agus itu dibantah Kasatlantas Polres Bantul AKP Setyo Heru Purnomo. Menurutnya tidak mungkin dua mobil patwal 91 dan patwal sweeper  melaju dalam jarak berdekatan. Demikian juga bus rombongan menurutnya dalam jarak lumayan jauh dari patwal. Namun Agus bersikukuh bahwa iring-iringan itu dilihatnya melaju saling berdekatan.

"Sweeper dan patwal 91 tidak mungkin mepet. Ini karena sopir tidak memperhatikan sweepernya jadi kaget," ungkap AKP Setyo. Petugas lain justru menanyakan surat-surat keterangan atau legalitas pengangkutan barang dalam truk tersebut. Selain kesakitan akibat beberapa luka lecet, Agus pun kembali sibuk menelepon juragannya untuk demi menjawab pertanyaan petugas tersebut. (ose)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved