Peluncuran KRDE Gratis Cuma Dinaiki 5 Penumpang
Apalagi, untuk mendapatkan tiket kereta gratis ini, hanya bisa diperoleh di Stasiun Madiun dan Stasiun Gubeng
TRIBUNNEWS.COM,MADIUN - Satu rangkaian Kereta Api Diesel Elektrik (KRDE) ber AC yang disediakan Pemprop Jatim untuk para pemudik selama arus mudik dan balik kurang diminati masyarakat umum. Hal itu, dibuktikan dengan pemberangkatan perdana kereta buatan PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun itu melalui stasiun Madiun, Senin (13/8/2012) pukul 07.00 WIB hanya mengangkut sebanyak 5 penumpang.
Padahal, tiket kereta ini gratis. Selain itu, untuk mendapatkan tiket cukup mudah, selain menunjukkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk penumpang perorangan dan foto kopi Kartu Keluarga (KK) untuk penumpang yang mengajak anggota keluarganya.
Diduga, kurang diminatinya KRDE itu disebabkan kurangnya sosialisasi pihak Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur yang memiliki otoritas untuk menjalakan dan mengoperasionalkan program Gubernur Jawa Timur itu. Selain itu, pemberangkatan kereta ini terlalu pagi hari, jika difungsikan untuk mengangkut pemudik.
Apalagi, untuk mendapatkan tiket kereta gratis ini, hanya bisa diperoleh di Stasiun Madiun dan Stasiun Gubeng, Surabaya. Kondisi itu, membuat para penumpang di stasiun antara seperti, Stasiun Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto tak bakal bisa terangkut karena kesulitan mendapatkan tiket.
Kepala UPT DLLAJ Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur di Madiun, Agus Wijaya mengakui jika dalam pemberangkatan perdana itu, hanya mengangkut sebanyak 5 orang penumpang. Namun dia optimis jika pemberangkatan Selasa (14/8/2012) bakal dipenuhi penumpang. Alasannya, untuk pemberangkatan hari kedua kereta yang membawa 5 gerbong dan mampu mengangkut sebanyak 300 penumpang itu, sudah dipesan seanyak 25 pemudik.
"Kami sudah tak kurang-kurang melaksanakan sosialisasi. Tetapi, kami yakin masyarakat baru tahu kali ini sehingga kondisinya sepi," terangnya kepada Surya, usai memberangkatkan KRDE AC itu.
Selain itu, Agus mengungkapkan jika KRDE itu bakal dioperasikan mulai 13 Agustus hingga 7 Agustus 2012. Hal itu, merupakan program Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam melaksanakan program APBD untuk rakyat.
Selain itu, kapasitas kereta ini ada sebanyak 300 penumpang. Namun, jika kondisinya ramai bakal diberi batas toleransi okupansi hingga 50 persen, yakni bisa mengangkut sebanyak 400 sampai 450 penumpang dalam sekali pemberangkatan.
"Untuk pemesanan tiket sampai saat ini masih dilakukan di Stasiun Madiun dan Stasiun Gubeng Surabaya. Jadi kami belum bisa mengantisipasi penumpang yang ada di stasiun-staiun antara kendati dimungkinkan kereta berhenti. Kami harap calon penumpang yang dekat Surabaya beli di Surabaya dan yang dekat Madiun beli di Madiun," tegasnya.
Kepala Stasiun Madiun, Dwi Sulistiyono menjelaskan dengan adanya kereta gratis itu dipastikan membantu para pemudik baik selama arus mudik maupun arus balik. Dia berharap pengelolaan kereta itu maksimal agar tidak muspro atau tidak berjalan maksimal seperti program mantan Walikota Madiun beberapa waktu lalu yang juga tidak diminati masyarakat.
"Sangat membantu pemudik, karena naik moda transportasi lainnya dipastikan masih kena macet. Kalau naik KA dipastikan lancar dan tidak akan terjadi penumpukan karena penumpang disesuaikan identitasnya. Yang pasti mengurangi penumpukan penumpang," paparnya.
Sementara, salah seorang penumpang, Resita (19) warga Banyu Urip, Surabaya mengaku merasa sangat terbantu sekali dengan adanya kereta gratis itu. Selain itu, mahasiswa semester 5 Unair ini merasa terbantu dengan adanya kereta gratis itu. Namun demikian, dia tak mengetahui mengapa kondisinya kosong melompong.
"Padahal, untuk mendapatkan tiket cukup mudah tinggal menunjukkan KTP direservasi tadi saya sudah bisa langsung dapat tiket dan naik kereta ini," tandasnya.