Rabu, 6 Mei 2026

Ditinggal Layani Tamu Lebaran, Rumah Dilalap Api

“Sepertinya tadi bibinya Yusuf lupa mematikan kompor setelah menggoreng ikan asin,” kata Nanik.

Tayang:

TRIBUNEWS.COM, MALANG – Lebaran tahun ini sudah pasti akan selalu diingat oleh pasangan suami istri M Mislan Shodiq (40) dan Nanik Suwarnik (37), warga Dusun/Desa Panggungrejo RT 02/RW 01, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sebab, Selasa (21/8/2012) siang saat sedang menerima tamu yang bersilaturahmi ke rumahnya, sebagian rumahnya habis dilalap api.

Ditemui di kediamannya, Nanik tampak sedang repot membersihkan sisa-sisa kebakaran. Dijelaskannya, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat ia dan suaminya sedang ngobrol di ruang tamu dengan kerabatnya yang datang dari Kota Batu.

Menurutnya, pada saat yang sama, anak bungsu mereka, Yusuf (3) pergi ke dapur dan menyulut sebatang lidi dari sapu dengan api yang berasal dari kompor yang lupa dimatikan.

“Sepertinya tadi bibinya Yusuf lupa mematikan kompor setelah menggoreng ikan asin,” kata Nanik.

Mengenai tindakan Yusuf yang menyulut lidi dengan dari kompor, menurut Nanik itu merupakan salah satu kebiasaan Yusuf yang kerap dilakukan. Perempuan itu menduga bahwa saat Yusuf memainkan lidi itulah, percikan api jatuh ke atas karung beras yang ada di dapur sehingga memicu api yang selanjutnya merambat ke tembok-tembok, atap dapur, dan semua perabot rumah tangga di dalam ruangan tersebut.

“Yang tahu pertama justru tetangga. Mereka lihat dari luar api sudah membakar genteng dapur dan baru memberitahu saya. Waktu itu saya langsung keluar dan teriak-teriak minta tolong,” imbuhnya.

Warga yang mendengar teriakan itu pun berhamburan keluar rumah masing-masing untuk membantu upaya pemadaman dengan cara seadanya. Selang setengah jam kemudian, dengan upaya tersebut api berhasil padam sehingga tidak sampai merambat ke rumah-rumah lainnya.

“Ya untungnya api tidak sampai merambat ke rumah lainnya. Waktu itu warga juga langsung mematikan aliran listrik semuanya biar api tidak sampai merusak saluran listrik,” kata seorang warga yang membantu upaya pemadaman api.

Menanggapi kejadian tersebut, Mislan Shodiq, pemilik rumah yang sehari-hari bekerja sebagai guru di sebua Pondok Pesantren di Kecamatan Bantur, menuturkan bahwa meski cukup menyayangkan kejadian tersebut, namun keluarga tetap merasa bersyukur karena tak ada satupun anggota keluarganya yang terluka.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved