Breaking News:

Para Dermawan di Kaltim pun Bakal Kena Sanksi

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim), Bere Ali mengaku pihaknya kerap mengambil tindakan tegas terhadap anaka-anak jalanan

zoom-inlihat foto Para Dermawan di Kaltim pun Bakal Kena Sanksi
Tribun Kaltim
Anak jalanan di Kaltim

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim), Bere Ali mengaku pihaknya kerap mengambil tindakan tegas terhadap anaka-anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng). Namun, tindakan tegas tersebut tak kunjung memberikan efek jera bagi para koordinator anjal dan gepeng.

"Banyak yang sudah sampai disidang di pengadilan. Tapi tidak kapok, karena hanya dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) berupa kurungan tiga hari dan denda Rp 1,5 juta. Bagi para koordinator itu, uang denda Rp 5 juta pun tidak masalah, apalagi hanya Rp 1,5 juta," papar Bere Ali.

Tak kehabisan akal, saat ini Dinsos tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait persoalan sosial tersebut.

"Saat ini Raperda-nya tengah kita susun, setelah rampung akan diajukan ke Biro Hukum, untuk selanjutnya diserahkan ke DPRD untuk dibahas bersama," ujar Bere Ali.

Tidak hanya para koordinator. Sanksi juga bakal diberikan kepada warga dermawan yang memberi sedekah ke anjal dan gepeng.

"Si dermawannya juga kita kasih sanksi. Kenapa? Ya yang membuat anjal dan gepeng betah itu karena banyak dermawan di Kaltim. Kalau tidak ada dermawan, mana mungkin mereka betah," urainya.

Tak tanggung-tanggung, sanksi yang dikenakan kepada si dermawan dalam Raperda tersebut pun terbilang berat yakni kurungan penjara 3 bulan atau denda Rp 5 juta.

"Bayangkan, gara-gara cuma berniat baik mau ngasih Rp 1.000 malah kena denda Rp 5 juta," kata Bere Ali.

Teknis pengaplikasian Perda tersebut nantinya dijalankan Satpol PP serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

"Bisa saja nanti sebulan sekali kita razia secara acak. Yang tersangkut akan dikenakan sesuai sanksi yang ada di Perda itu. Kalau mau dermawan kan bisa ke panti asuhan, masjid dan lainnya. Jangan sampai bantuan dari dermawan tidak tepat sasaran," ujarnya.

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved