Breaking News:

Banyak Lahan Bekas Tambang di Kaltim Yang Beracun

Dr David Neidel dari The Environment Leadership & Training Initiative (ELTI)

zoom-inlihat foto Banyak Lahan Bekas Tambang di Kaltim Yang Beracun
Tribun Kaltim
Salah satu aktivitas pertambangan di Kaltim. Tampak kubangan terlihat di tengah-tengah hutan.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim,  Basir Daud

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Dr David Neidel dari The Environment Leadership & Training Initiative (ELTI), sebuah lembaga non pemerintah, mengatakan, persoalan rehabilitasi lahan tambang yang tidak tuntas di Kaltim dapat dilihat melalui pesawat dari Balikpapan.

"Lahan-lahan yang sudah ditambang betul-betul hancur dan seringkali tidak bisa memperbaiki diri sendiri karena tanahnya beracun," ujarnya saat membuka pelatihan Regulasi mengenai Rehabilitasi Lahan Tambang Batu Bara untuk aparat pemerintah, di Hotel Le Grandeur Balikpapan, Selasa (25/9/2012).

Akibatnya kata David, lahan tersebut tidak mampu lagi berfungsi sebagai sumber kayu, produk hutan non kayu ataupun produk pertanian. Fungsi lahan sebagai penyedia jasa ekosistem menjadi hilang. "Termasuk fungsi penyerapan karbon dari atmosfer, menstimulasi curah hujan, menstabilkan tanah dan mengurangi ancaman kekeringan dan banjir, juga menjadi hilang," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah sudah memiliki regulasi atau aturan yang mewajibkan pengusaha untuk merabilitasi lahan pasca tambang. Metode rehabilitasi lahan yang efektif juga tersedia. "Namun demikian, rehabilitasi lahan pada umumnya tidak dilaksanakan dengan baik dan tidak mewujudkan hasil memadai," ujarnya.

Berita Populer
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved