Hasil Rampokan Untuk Foya-foya ke Bali
Tersangka perampokan dua toko emas di Pasar Pall V Muara Tembesi, Sabtu
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Suang Sitanggang
TRIBUNNEWS.COM, MUARA BULIAN - Tersangka perampokan dua toko emas di Pasar Pall V Muara Tembesi, Sabtu (6/10/2012), sudah lima orang yang ditangkap. Mulyadi (26), warga Rantau Ikil, Kabupaten Bungo, merupakan tersangka yang ditangkap terakhir. Pria gempal itu ditangkap di depan Unja Mendalo, Sabtu (13/10/2012).
Sebelum menangkap Mulyadi, tersangka yang ditangkap ialah Miswan Efendi alias Ucok dan Imam alias Toam, sama-sama warga Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Mereka ditangkap saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Bakauhuni, Provinsi Lampung, Rabu (10/10/2012).
Dua tersangka lainnya yang ditangkap Sabtu (13/10/2012), adalah Marlian warga Desa Rantau Kapas Mudo, dan Raden Muhammad Yusuf alias Genjer, warga Desa Pelayangan, kecamatan Muara Tembesi. Kedua pria itu ditangkap di kampungnya.
Kapolres Batanghari, AKBP Robert A Sormin menjelaskan, Genjer merupakan pemberi informasi kepada eksekutor. "Sebelum beraksi, eksekutir juga tidur di rumah Genjer,” ucapnya saat jumpa pers di Polres Batanghari.
Sementara Marlian, ucapnya, orang yang ditugaskan melihat buka atau tidaknya toko emas. Di antara pelaku yang ditangkap itu, tiga orang di antaranya diduga sudah melakukan tindakan kejahatan yang sama Agustus lalu. Mereka merampok toko emas di Sei Rengas, dan berhasil membawa emas seberat 1,5 kilogram. Mulyadi termasuk eksekutor.
Selain Mulyadi, yang juga menjadi eksekutor di Pasar Sei Rengas tersebut adalah Ucok, Toam, dan satu lagi masih dalam pengejaran bernisial Hen. Perampokan toko emas di Pasar Pall V Muara Tembesi itu yang ke dua mereka lakukan.
Hasil rampokan, sambung Kapolres, dibagi-bagi para pelaku. Mulyadi ternyata menghabiskan bagiannya, yang menurut pengakuan pria yang kakinya ditembak itu, seberat 300 gram. Setelah melakukan perampokan di Sei Rengas, Mulyadi kabur ke Bali. "Dia menyewa villa di sana. Setelah itu dia pulang karena dihubungi temannya merampok lagi di Tembesi,” katanya.
Saat dikonfirmasi Tribun, Mulyadi mengakui pergi ke Bali usai merampok di Pasar Sei Rengas. "Teman saya (Toam) menelepon, meminta saya untuk datang, sasarannya toko emas di Muara Tembesi,” kata dia.
Padahal, saat ditelepon, dia masih menikmati kehidupan di bali, dan villa sudah disewa dua bulan. Dia mengaku sendirian di apartemen itu. Sesekali, membawa wanita penghibur ke apartemen itu.
Pengakuannya, dia melarikan diri ke sana bukan sekedar berfoya-foya dan bersenang-senang, Saya mencari kenyamanan. Di sana aman dan tenang,” ungkapnya. Dia berencana kembali ke apartemennya setelah merampok di Muara Tembesi, tapi keburu ditangkap.
Polisi menangkapnya di depan Unja Mendalo dengan cara memancingnya. Dia diajak melalukan aksi di Pulau Jawa. Di depan kampus itu, dia sudah membawa koper. Saat melihat polisi di depan kampus, dia berusaha lari, meninggalkan barangnya di depan kampus tersebut.
"Kami dapat informasi dia selalu membawa senjata. Tersangka yang saat itu berusaha lari terpaksa dilumpuhkan,” jelas Kapolres.
Mulyadi Cs merupakan pelaku perampokan spesialis toko emas setidaknya di tiga provinsi. Setidaknya sudah melakukan perampokan toko emas di Provinsi Riau, Sumatra Barat dan Provinsi Jambi ini,” ungkapnya.