Sabtu, 11 April 2026

Kerusuhan di Lampung Tengah

Kronologi Amuk Massa di Lampung Tengah: 13 Rumah Dibakar

atusan warga Kampung Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih menyerang Kampung Kesumadadi, sekitar pukul 16.30 WIB

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Indra Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Ratusan warga Kampung Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih menyerang Kampung Kesumadadi, sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis (8/11/2012). Sebanyak 13 rumah hangus dibakar dan puluhan lainnya rusak akibat diamuk massa.

Aksi penyerangan diduga akibat emosi warga Kampung Buyut Udik setelah melihat kondisi jenazah Khairil Anwar (29), salah satu warga setempat yang tewas akibat dibakar massa dari Kampung Kesumadadi karena diduga telah mencuri sapi milik warga pada 18 Oktober silam.

Warga Kampung Buyut Udik mencurigai ditemukannya mayat anonim beberapa waktu lalu. Mereka kemudian mempertanyakan kepada pihak kepolisan Polres Lampung Tengah. Pasalnya, motor milik Khairil Anwar diketahui warga Kampung Buyut Udik tengah digunakan oleh Kamit, Kepala Kampung Kesumadadi.

Ratusan massa yang mengenali ciri-ciri pada tubuh jenazah saat dibongkar aparat kepolisian sekitar pukul 10.30 WIB mulai memanas. Aparat keamanan dari Polres Lampung Tengah, Dandim 0411, para tokoh adat, dan Wakil Bupati Lampung Tengah Mustafa mencoba membendung emosi warga.

Namun, emosi warga tak dapat menurun. Bahkan, ratusan massa yang mengunakan puluhan sepeda motor dan truk berhasil lolos dari bendungan aparat di depan Gedung DPRD Lampung Tengah sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat tiba di Kampung Kesumadadi sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan gabungan aparat kembali mencoba menahan warga untuk masuk. Namun tak dapat dibendung hingga 13 rumah hangus terbakar dan puluhan lainnya mengalami kerusakan.

Ratusan aparat kemudian mencoba memundurkan massa hingga perbatasan Kampung Kesumadadi. Hingga pukul 19.30 WIB, ratusan massa masih bertahan di perbatasan kampung. Dua peleton aparat dari Yonif 143 dan Polres Lampung Utara juga hadir untuk menambah kekuatan pengamanan di lokasi.

Aparat keamanan juga memblokir akses masuk ke Kecamatan Bekri. Semua kendaraan yang hendak masuk harus memutar menggunakan jalur lain. Pasalnya, beberapa massa terlihat mulai menyusul berdatangan dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolres Lampung Tengah Ajun Komisaris Besar Heri Setyawan meminta warga untuk menahan diri dan jangan terprovokasi. "Kami telah berupaya dengan menahan salah seorang warga dari Kampung Kesumadadi atas kasus ini," tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Lampung Tengah Mustafa yang mencoba menahan warga mulai dari Kampung Buyut Udik hingga berada di Kampung Kesumadadi. Ia meminta warga untuk menahan emosi dan menyerahkan kasus pada hukum.

"Biarkan hukum yang berjalan. Jangan biarkan melebar. Kita percayakan hukum. Kita sama-sama dukung aparat kita untuk menyelesaikan dan menuntaskan kasus ini secara maksimal," tukasnya saat mencoba menahan aksi ratusan massa.

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved