Agus Perintahkan Penjagaan Pintu Air 24 Jam
Satkorlak PB Solo untuk melakukan penjagaan 24 jam nonstop di seluruh pintu air.
TRIBUNNEWS.COM SOLO - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai meningkatkan kewaspadaan akan potensi terjadinya banjir dalam kota. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkot Solo, Agus Djoko Witiarso memerintahkan kepada Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Solo untuk melakukan penjagaan 24 jam nonstop di seluruh pintu air.
Peningkatan kewaspadaan di antaranya dilakukan di pintu air Demangan Sangkrah, pintu ari putat Putat Pucangsawit dan pintu air Plalan Joyotakan. Selain itu, dirinya juga menugaskan 24 personel DPU untuk memeriksa alat pengendali banjir, di antaranya pompa air, perangkat pintu air secara berkala untuk memastikan semuanya berfungsi baik. "Kami menyiagakan 24 personel internal DPU untuk standby berjaga bergilir seharian penuh," kata Agus kepada wartawan akhir pekan lalu.
Jumlah personel yang bejaga di pintu air setiap harinya pun ditingkatkan. Jika pada hari biasa pihanya hanya menyiagakan seorang petugas, memasuki musim hujan, petugas jaga ditambah menjadi lima personel. "Intensitas hujan mulai tinggi, sehingga ranah kerja Satkorlak langsung diberlakukan. Komunikasi antar aggota juga ditingkatkan, karenanya setiap pos kita sediakan HT (handy talkie)," terangnya.
Mulai pekan ini, lanjut dia, Satkorlak PB Solo menyurvei kesiapan infrastruktur fisik penanggulangan banjir di Kota Bengawan. Pemeriksaan meliputi saluran drainase, pompa hidrolik, hingga pintu air. Dirinya optimistis potensi genangan di dalam kota bisa berkurang melalui perkuatan infrastruktur yang telah dikerjakan tahun ini. "Rabu pekan ini akan disurvei menyeluruh. Mulai utara sampai selatan, atau drainase di sekitar Terminal Tirtonadi sampai ke Joyotakan," terangnya.
Agus menambahkan, untuk mengoptimalkan upaya penaggulangan banjir tersebut, seharusnya sejumlah anak Sungai Bengawan Solo perlu dikeduk walet. Sayangnya DPU masih harus menunggu hingga akhir tahun untuk penyiapan alat berat. "Kita ada pengadaan dua alat berat untuk pengerukan sedimentasi sungai ini, tapi dari ketentuan lelang, alat baru akan tersedia akhir tahun ini," katany.
Sembari menunggu kesiapan alat berat, pihanya meminta masyarakat masyarakat bergotong royong membersihkan sampah di sungai-sungai kecil secara manual. Menurutnya, perkuatan drainase di wilayah hulu sungai menentukan keberhasilan penanggulangan banjir di wilayah hilir.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan untuk perbaikan drainase kota pihaknya telah mengajukan dana hingga Rp5 miliar di APBD 2013. Dirinya juga akan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat untuk menyukseskan program antisipasi banjir di Solo. "Tahun 2012 mengerjakan drainase yang kecil-kecil. Namun untuk tahun depan disiapkan Rp5 miliar untuk memperkuat infrastrukturnya, sambil menarik pekerjaan pusat ke Solo di bidang tersebut," kata dia. (ade)
Baca Juga :
- Medan-Siantar Tiga Jam 23 menit lalu
- Siapkan Kamar Nomor 13 untuk Nasrul Madin 43 menit lalu
- Tgk Aiyub dan Seorang Pengikutnya Dibakar Hidup-hidup. 54 m