Kamis, 28 Mei 2026

Hatta Minta Presiden Tegur Dahlan

Surat itu sebagai bentuk protes pada Presiden agar menegur Dahlan karena telah melakukan tuduhan yang tak berdasar padanya.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWSW.COM, SOLO - M Hatta, anggota Komisi XI DPR RI yang namanya disebut-sebut oleh Meneg BUMN Dahlan Iskan ikut memeras BUMN akan menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu sebagai bentuk protes pada Presiden agar menegur Dahlan karena telah melakukan tuduhan yang tak berdasar padanya.

Politisi PAN ini menyatakan tuduhan Dahlan itu tak berdasar dan ngawur. Pada 1 Oktober seperti yang dituduhkan Dahlan, Hatta mengaku berada di Klaten melakukan sosialisasi UU Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia tidak berada di gedung DPR melakukan pertemuan dengan Dirut Merpati seperti yang dituduhkan. "Mana mungkin saya berada di dua tempat berbeda dalam waku bersamaan," katanya, Senin (26/11) di Solo.

Hatta pun menunjukkan foto-fotonya saat berada di Klaten dalam sebuah slide show di layar LCD.  Ada belasan foto yang menunjukkan gambar Hatta sedang berada di tengah-tengah para peserta yang sebagian besar akademisi itu. "Saya bisa buktikan kalau memang berada di Klaten, ada foto dan rekaman. Karena difitnah oleh Menteri BUMN, saya akan mengirim surat tuntutan ke Presiden," katanya

Hatta akan mengirimkan surat itu ke Presiden dalam satu atau dua hari kedepan. Tak hanya Presiden, surat itu juga akan dikirimkan ke Wakil Presiden, Sekretaris Kabinet, dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). "DPR dipilih rakyat, menteri ditunjuk presiden. Maka saya mengadu ke presiden agar menegur menterinya," ujarnya.

Hatta menduga, tindakan Dahlan yang menyebut namanya sebagai salah satu pemeras untuk mengalihkan isu inefisiensi PLN. Ia pun meminta Dahlan untuk membuktikan ucapannya itu. Bila tak bisa membuktikan, Dahlan berarti telah melakukan fitnah. "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Hukuman bagi orang yang memfitnah adalah dibunuh. Tapi saya tak mungkin membunuh, makanya kirim surat ke presiden," kata Hatta. (*)

Baca  Juga  :

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved