Breaking News:

Korban Peristiwa 65 Tonton Film 'Jagal'

Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Sumatera Utara mengadakan acara nonton bersama film

Editor: Hendra Gunawan
zoom-inlihat foto Korban Peristiwa 65 Tonton Film 'Jagal'
(Tribun Medan/Liston Damanik)
Para korban 65 yang sedang menonton film The Act of Killing (Jagal)

Laporan Wartawan Tribun Medan, Liston Damanik

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Sumatera Utara mengadakan acara nonton bersama film The Act of Killing (Jagal), Selasa (11/12/2012).

Hadir dalam acara tersebut belasan pelaku sejarah dan mahasiswa yang berminat pada peristiwa penumpasan Partai Komunis Indonesia.

Selama pemutaran film berdurasi dua jam lebih itu para penonton sesekali berkomentar sinis. Mereka tidak tertawa mendengar komentar-komentar para aktor yang nyeleneh. Beberapa memalingkan wajah saat adegan-adegan sadis dimainkan.

Astaman Hasibuan yang ayahnya hilang pada peristiwa itu mencibir saat adegan pemeran utama film yang merupakan jagal, Anwar Kongo, menangis karena menyesal telah melakukan banyak pembunuhan. "Sekarang kan sudah dinikmatinya semua (hasil perbuatannya)," kata Hasibuan.

Usai pemutaran film, para pelaku sejarah mengkritisi film yang disutradari Joshua Oppenheimer itu. "Banyak kawan-kawan aku pada waktu itu tidak merasa harus minta ampun atau berteriak," kata Hasibuan yang mengaku sempat diajak oleh Oppenheimer untuk berpartisipasi dalam film, namun menolak.

Baca juga:


Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved