Para Pengamen Ini Senang Ditangkap Polisi Setiap Hari
dan tabuhan perkusi yang terbuat dari galon air kemasan.
TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG--Dua kelompok pengamen yang biasa ngamen di kawasan Sumedang kota meminta sering ditangkap polisi. Para pengamen ini, Jumat (14/12) siang, dibawa polisi ke Mapolres untuk pembinaan dan pendataan terkait operasi sadar yang digelar Polres Sumedang.
Sambil menunggu didata, para pengamen ini sempat diminta menghibur anggota polisi. Lagu lawas meluncur dengan nada apik dari gitar, biola, dan tabuhan perkusi yang terbuat dari galon air kemasan.
Nyanyian mereka di halaman depan ruang reserse kriminal membetot banyak anggota polisi ikut menonton dan menikmati lagu-lagu yang dimainkan pera pengamen tersebut. Bahkan beberapa polisi meminta para pengamen itu untuk memainkan lagu-lagu favorit mereka.
Terhibur dengan aksi pengamen ini beberapa polisi merogoh saku dan memberikan uang saweran. Bahkan Kasatreskrim AKP Suparma memberikan uang setelah ikut menyanyikan tembang kenangan.
Saat Suparma merogoh uang untuk diserahkan kepada pengamen, polisi yang lain ikut memberikan saweran. Hasilnya para pengamen yang dibawa ke Mapolres itu mengantongi uang lebih dari Rp 100 ribu. Mereka terlihat sumringah ketika menerima uang itu.
"Kalau dapat uang banyak seperti ini lebih baik tiap hari saja ditangkap dan dibawa ke polisi," kata para pengamen itu. Polisi merazia pengamen dan preman di Sumedang lewat operasi Sadar.