Polisi Amankan Koper Diduga Berisi Bom
Jumat (28/12/2012) malam, kawasan pertokoan Star Trade Centre di Sekupang heboh menyusul ditemukannya koper yang semula dikira berisi bom.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Kartika Kwartya
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jumat (28/12/2012) malam, kawasan pertokoan Star Trade Centre di Sekupang heboh menyusul ditemukannya koper yang semula dikira berisi bom. Koper ini awalnya ditemukan oleh seorang pemulung yang kemudian memberitahukannya ke seorang penjaga toko.
Karena merasa bukan pemilik koper, karyawan bernama Suryadi itu lantas mengatakan ke satpam mal terkait keberadaan koper tersebut.
"Mereka cemas karena setelah dibawa ke pos satpam, mereka melihat ada kabel yang muncul dari ujung koper," kata Kapolsek Sekupang, Kompol Robertus B Herry kepada Tribun Batam (Tribunnews Network), Sabtu (29/12/2012).
Menurutnya, kabar mengenai adanya koper yang diduga bom ini sampai ke kepolisian sekitar pukul 01.00 dini hari. Kapolsek yang turun langsung ke lokasi segera melakukan pengamanan. Apapun itu, kata Robertus, tidak boleh dianggap remeh dan tetap harus dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia mengatakan, barang tersebut baru diketahui bukan bom setelah diselidiki oleh tim Inafis dan Gegana Polda Kepri.
Koper yang beratnya mencapai 5 kilogram itu ternyata hanya berisi barang-barang pribadi. Seperti pakaian, telepon genggam merek Blueberry, charger telepon genggam, kabel USB, kabel MP3, buku tabungan, dan fotokopi KTP atas nama Jonson Napitupulu.
"Kabel USB ini yang ujungnya kelihatan sedikit. Ini yang membuat satpam dan karyawan STC mengira koper itu berisi bom," kata Robertus.
Berdasarkan pantauan di CCTV tampak seorang pria berjaket jeans yang meninggalkan koper tersebut di kawasan STC. Tapi Robertus menilai, tak ada niat pemilik koper itu untuk melakukan aksi teror. Menurutnya barang tersebut hanya tertinggal dan diduga milik calon penumpang kapal Pelni yang akan berangkat ke Medan.