Rabu, 27 Mei 2026

Pemkot Bangun Kawasan Ternak

Pemkot Pontianak berencana membangun kawasan usaha ternak (Kunak)

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Pemkot Bangun Kawasan Ternak

TRIBUNNEWS.COM  PONTIANAK, - Pemkot Pontianak berencana membangun kawasan usaha ternak (Kunak) sebagai upaya memaksimalkan produksi sapi lokal dan meminimalisir pemeliharan sapi liar di kawasan lingkungan.

"Saat ini, kita sedang tahap pengangaran. Sudah mulai mensosialisasikan ke setiap peternak sapi di Pontianak. Ke depan, kita berharap tidak ada pemeliharaan sapi liar di Kota Pontianak. Nanti, semuanya kita masukan di Kawasan Usaha Ternak. Ini sudah ada peraturanya. Insya Allah tahun ini, kandangnya dibangun," ujar Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak, Hidayati, kepada Tribun, Senin (7//20131).

Ia menjelaskan pembangunan Kunak dilakukan di Jl Kebangkitan Nasional dengan luas 5 hektare. Tepatnya di sekitar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Babi. "Di samping RPH Babi tersebut, pemerintah sudah menyediakan tanah sekitar 8 hektare. Namun kita hanya menggunakan 5 hektare. Dengan rincian 3 hektare untuk perkandangan dan dua hektare untuk kawasan rumput hijau sebagai kawasan penyedia makanan ternak," paparnya.

Hidayati mengatakan untuk setiap pengelolaan ternak sapi di kawasan Kunak akan diserahkan sepenuhnya kepada kelompok tani. Sementara Pemkot hanya pembina program Kunak.

"Baik dari kesehatan hewannya maupun persiapan sarana dan prasarananya. Kita juga akan menyediakan rumput hijau untuk ternak sapi di kawasan tersebut. Ini juga sudah kami komunikasikan dengan pemerintah provinsi untuk permohonan bantuan sapi," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 tentang program pendataan sapi dan kerbau, ada sekitar 1.118 peternak sapi di Pontianak. Semuanya tersebar di kelurahan, kecuali Kelurahan Mariana dan Kelurahan Tengah.

"Setidanya  ada, sekitar 5.000 ekor sapi, baik sapi yang datang, digemukan, dipotong, membuat sapi yang beranak, dan kita juga memiliki by name by addreas, sehingga sosialisasi dapat kami lakukan. Program ini diprioritaskan kepada semua peternak sapi di Kota Pontianak. Baik peternak dalam jumlah besar atau kecil," kata Hidayati.

Ia memaparkan, berbagai manfaat akan didapatkan dari program Kunak. Misalnya, kawasan lebih bersih, aman, dan sasaran untuk memandirikan sapi lokal dapat tercapai. "Sapi yang ada di Kota Pontianak kebanyakan dibawa dari provinsi lain seperti Madura. Karena ada kebijakan pusat untuk membatasi pemasukan sapi ke daerah lain, jadi masing-masing daerah mempertahankan sapinya. Dengan begitu harga daging sapi di Pontianak mencapai Rp 90 ribu," ungkapnya.

Hidayati mengimbau masyarakat agar lebih selektif membeli daging sapi yang akan dikonsumsi.

"Pilihlah daging yang melekat pada tulangnya. Masyarakat sebaiknya menanyakan kejelasan pemotongan daging tersebut apakah di tempat RPH sapi atau tidak. Jika pemotongan dilakukan di RPH sapi, ada tanda bukti surat. Kami menjamin kualitasnya. Jika pemotongan dilakukan di luar RPH, tentunya Pemkot tidak bertanggung jawab, kehiginisan daging," pungkas Hidayati. (yun)

Baca Juga  :

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved