Tumpukan Batubara Ganggu Pengguna Jalan
Para pengguna jalan yang melewati jalan di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul mengeluhkan adanya tumpukan karung batubara yang
TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM - Para pengguna jalan yang melewati jalan di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul mengeluhkan adanya tumpukan karung batubara yang mengganggu jalan. Akibatnya selain dapat membahayakan pengendara kendaraan juga sering menimbulkan kemacetan karena pengguna jalan harus pelan-pelan saat melewati jalan tersebut.
"Sangat berbahaya sekali, karena bisa saja kendaraan saya menabrak karung batubara tersebut. Apalagi kami harus antre lewat karena hanya satu jalur saja yang bisa dilewati," ujar Romi, pengendara motor yang melewati jalan tersebut kepada Tribun Sumsel (Tribunnews Network), Senin (7/1/2013).
Dari pengamatan di lapangan, tumpukan karung batubara terlihat menumpuk di tengah jalan, jalur yang hanya bisa dilewati kendaraan hanya satu jalur. Ini dikarenakan karung batubara menghalangi satu jalur jalan. Namun tidak ada rambu-rambu untuk memperingatkan pengguna jalan ataupun tanda-tanda akan dipindahkan sehingga sangat menganggu jalan.
"Malam kemarin saya hampir saja menabrak tumpukan batubara tersebut, sebab tidak ada rambu-rambu dan lampu jalan juga tidak ada," ucap Robi, seorang supir Bus Lintas Antar Provinsi.
Robi mengatakan ia melintas di lokasi tersebut sekitar hari Sabtu (5/1/2013) dan terlihat batubara berhamburan di tengah jalan. Sekarang ternyata belum dibersihkan hanya dikarungi saja dan masih tetap diletakkan di tengah jalan.
Sementara itu, Kapolsek Lawang Kidul Iptu John Louis Laturada dan Kasatlantas AKP Agung Setiyo Nugroho, saat dikonfirmasikan membenarkan adanya informasi tersebut. Mereka mengatakan jika memang belum dibersihkan ia akan mengecek kembali ke lapangan.
"Jika di jalan masih ada batubara kita akan minta pemiliknya untuk membersihkan secepatnya, supaya keamanan dan kenyamanan pengendara dapat terjamin," tutur Agung.