Breaking News:

Oknum Polisi Memeras, Paksa Dua Muda-mudi Buka Baju

Sejumlah korban pemerasan oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polresta Medan Brigadir M dan Briptu HS mengadu

Ternyata, korban pemerasan Brigadir M dengan alasan perbuatan mesum dan menabrak mobil polisi cukup banyak. Rupanya, polisi itu juga pernah memeras warga lain.

MK (57), warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur juga mengaku pernah menjadi korban pemerasan Brigadir M pada pertengahan Desember 2012 ketika melintas di kawasan ringroad Medan.

Sekitar pukul 20.00 WIB pada pertengahan Desember 2012 itu, mobilnya ditabrak dari belakang yang ternyata mobil patroli polisi. Lalu Brigadir M yang berada dalam mobil patroli itu mendatanginya dan menuduh telah merusak fasilitas negara tersebut.

MK dibawa ke Mako Satuan Shabara Polresta Medan di Jalan Putri Hijau. Di situ, ia ditendang sebanyak dua kali agar mau mengaku dan membayar ganti rugi atas tuduhan penabrakan itu. Padahal, ia justru ditabrak dari belakang.

Lalu, oknum polisi itu memaksa untuk membongkar dompet dan HP korban untuk diperiksa. Setelah memeriksa isi HP, oknum polisi itu justru menuduhnya sebagai bandar togel. Lalu, ia dimintai uang Rp 10 juta agar dapat dilepaskan.

Karena tidak mengerti hukum dan terus diintimidasi, MK terpaksa meminjam uang temannya untuk membayar permintaan oknum polisi itu. Setelah uang itu ada, ia disuruh ke SPBU di depan Hotel Emerald untuk menyerahkan uang tersebut. MK bersama temannya terpaksa menyerahkan uang itu supaya tidak ditahan.

Aksi pemerasan juga dialami AD (25), warga Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat ketika sedang melintas di jalan tol dekat kawasan Cemara bersama teman wanitanya, LD pada 16 Desember 2012 sekitar pukul 20.0 WIB.

Menurut AD, mobilnya dihentikan dan disuruh membuka kaca. Setelah itu, ada oknum polisi yang datang dan menyuruh LD duduk di kursi belakang, sedangkan satu polisi lagi duduk di bagian depan.

Meski tidak mengetahui nama oknum polisi itu, tetapi salah satu ciri-ciri oknum polisi menyerupai Brigadir M.

Di mobil itu, dua oknum polisi tersebut menyuruh LD untuk membuka baju supaya difoto. Namun teman wanitanya itu tidak mau, akhirnya mereka dibawa ke Mako Satuan Shabara Polresta Medan di Jalan Putri Hijau.

Di tempat itu, oknum polisi tersebut meminta uang Rp 30 juta supaya dibebaskan. Karena tidak mau memberikan uang, keduanya diintimidasi hingga pukul 23.00 malam.

Karena kebingungan, ia pun menghubungi seorang perwira Ditlantas Polda Sumut dan anggota DPRD Sumut Brilian Moktar yang memberikan advokasi sehingga bisa dilepaskan karena tidak bersalah.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved