Lihainya Sri Mawar Mencuri Dua Sepeda Motor Temannya
Personel Polsek Syiah Kuala, Banda Aceh, menangkap Sri Mawar (18), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh yang
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Personel Polsek Syiah Kuala, Banda Aceh, menangkap Sri Mawar (18), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh yang terlibat kasus pencurian dua unit sepeda motor jenis Honda Beat. Mahasiswi berparas cantik dan berpostur kecil asal Kutacane, Aceh Tenggara itu ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Jalan Hamzah Fansuri Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Senin (14/1/2013).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi Indonesia (Tribunnews Network), dalam aksinya itu, Sri bermain tunggal. Ia lebih dulu mencuri kunci sepeda motor milik teman kuliahnya yang disimpan di dalam tas saat memasuki ruang perpustakaan kampus.
Setelah mengambil kunci asli motor milik rekannya itu, beberapa hari kemudian barulah Sri melancarkan aksinya, saat situasi aman.
Karena memiliki kunci asli motor tersebut, umumnya petugas tidak menaruh curiga saat Sri melakukan aksinya. Bahkan para korban juga mengira kunci motor mereka hilang dan tidak curiga kalau sepeda motor mereka menjadi incaran Sri.
"Sepeda motor yang dicuri Sri, kedua-duanya jenis Honda Beat. Aksi pertama dilakukan pada November 2012 dengan sasaran Honda Beat BL 5603 JR milik teman kuliahnya Rizki (19) warga Suka Damai, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh. Sementara pencurian Honda Beat BL 3285 JS yang dilakukan pada aksi kedua Rabu 9 Januari 2013, berlangsung sekira pukul 09.45 WIB. Kedua motor tersebut diambil dari parkiran kampus dengan modus yang sama," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kapolsek Syiah Kuala AKP Yusuf Hariadi, kepada Serambi, Kamis (17/1/2013).
Untuk aksi pencurian pertama yakni Honda Beat BL 5603 JR, Sri dinilai cukup lihai. Pasalnya setelah mengambil kunci motor milik rekannya, pelaku baru melancarkan aksinya dua minggu kemudian, dengan terus memantau pergerakan korban.
"Begitu aksi pencurian itu dilancarkan, Sri langsung menyimpan motor tersebut di kontrakannya dengan memasang pelat lain dan mengirimnya ke kampung halamannya di Kutacane. Honda Beat pertama yang dicuri dikirimkan untuk pacarnya di sana," kata Yusuf.
Merasa sukses dengan aksi pertama, kemudian Rabu sekira pukul 09.45 WIB Sri kembali mengulangi kejahatannya itu. Sebuah sepeda motor Honda Beat BL 3285 JS yang juga milik rekan kuliahnya menjadi incaran Sri.
"Setelah dia memantau pergerakan korban masuk ke ruang perpustakaan dan menaruh tas miliknya di tempat penitipan, Sri langsung mengambil tas milik rekannya tersebut yang di dalamnya ditaruh kunci motor Honda Beat," ujar Yusuf.
Namun aksi keduanya itu, mahasiswi tersebut langsung beraksi dengan mengambil motor itu dari lokasi parkir. Korban yang ke luar dari ruang perpustakaan menemukan kunci dan motornya telah raib dari lokasi.
"Terungkapnya kasus pencurian yang kedua kalinya dilakukan oleh Sri, terungkap dari kecurigaan korban yang melihat sepeda motor yang dibawa Sri. Meski plat motur tersebut sudah diganti pelaku, namun kecurigaan begitu kuat motor yang digunakan oleh Sri, adalah motor miliknya. Karena yang dia tahu Sri tidak pernah memiliki motor," sebut Yusuf.
Berawal dari kecurigaan itulah, kata Kapolsek Syiah Kuala, pihaknya terus memantau pergerakan Sri. Tapi, pelaku yang terlihat begitu sigap beberapa kali berhasil mengelabui petugas yang menginterogasinya.
"Sempat kami interogasi, pelaku menyebutkan bahwa itu motor miliknya dengan dalih STNK-nya tertinggal. Setelah kami meminta agar diambil STNK-nya, dia berdalih motor itu milik seseorang yang digadaikan padanya. Karena kecurigaan kami semakin kuat, kami bawa pelaku kepada orang yang disebut-sebut telah menggadaikan sepmor itu. Ternyata itu juga bualan dia," ujar Yusuf.
Karena merasa pelaku terus berusaha untuk mengelak, sehingga pihaknya meminta untuk melihat motor itu.
"Lagi-lagi dia berdalih sudah dititipkan di rumah temannya. Karena seorang pelaku perempuan butuh penanganan yang sabar, akhirnya kami ikuti permainan dia. Dari tempat temannya itulah mulai terungkap bahwa penitipan motor di tempatnya itu sama sekali tidak diketahui. Akhirnya Sri mengakui semua perbuatannya," papar Yusuf.
Yusuf menerangkan, kedua motor Honda Beat yang dicuri Sri atau yang diserahkan kepada pacarnya itu telah diamankan di Polsek Syiah Kuala. Sementara Sri sendiri telah ditahan untuk menjalani proses lebih lanjut.
Sri yang ditanyai Serambi mengaku mencuri motor milik rekan-rekannya itu karena terdorong ingin memiliki motor sendiri. Selama ini dia iri melihat teman-temannya punya motor.
Sementara dia tidak pernah sanggup mendapatkannya, meski Sri merasa cukup sadar akan kosekuensi hukum yang akan dia terima jika mencuri.(mir)