Kamis, 28 Mei 2026

Mahasiswi PGRI Tewas di Kamar Kos

Maria Kolo (25) mahasiswi Universitas PGRI NTT ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya yang terletak di Naikoten II,

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

* Laoran Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG--Maria Kolo (25) mahasiswi Universitas PGRI NTT ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya yang terletak di Naikoten II, Kota Kupang. Korban meninggal dunia karena diduga menderita penyakit tertentu.

Pantauan Pos Kupang di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang, Senin (21/1/2013, Rektor Universitas PGRI NTT, Semuel Haning, S.H, M.H, langsung mengambil alih semua kepengurusan perawatan dan proses pemulangan jenazah ke Belu. Hadir pula, PR I, Titus Bureni, S.H, M.Hum, Kepala BAAKPSI, Uly Riwu Kaho, S.P, M, Si, Karo Umum, David Selan, Humas, Mey Jagi dan sejumlah pejabat.

Maria Kolo adalah mahasiswi asal Kabupaten Belu yang kini duduk pada semester VIII FKIP, program studi (prodi) bimbingan konseling (BK). Maria telah menyelesaikan program KKN dan sementara praktek pengalaman lapangan (PPL). Jenazah korban disepakti oleh keluarga yang ada di Kupang agar dibawa kembali ke Belu.

Semuel Haning, mengatakan, semua biaya perawatan di RSB hingga pemulangan jenazah ke Belu semuanya ditanggung oleh Universitas PGRI NTT. "Kami bukan saja kali ini memberi bantuan kepada mahasiswa yang meninggal tetapi ini sudah beberapa kali. Saya selaku rektor punya kepedulian tinggi dan memandang semua mahasiswa sebagai anak sehingga jika ada sesuatu yang dialami mahasiswa pasti saya tangani dengan hati," kata Haning di depan ruang jenazah RSB Kupang.

Haning menjelaskan, semua biaya atau administrasi yang berkaitan dengan korban sejak di RSB Kupang hingga diberangkatkan ke Belu ditanggung semua oleh pihak Universitas PGRI NTT. "Biaya perawatan jenazah di RSB Kupang, biaya ambulance, peti jenazah kita tanggung. Begitu juga dengan biaya mahasiswa dan keluarga yang antar jenazah kita siapkan kendaraan serta konsumsi," katanya.

Haning saat itu mengutus Sekretaris Prodi BK, Hendrik Klau, memimpin rombongan yang mengantarkan jenazah ke Belu. Beberapa keluarga korban terharu dan memberi apresiasi kepada Haning karena langsung memantau dan menggerakan pemulangan jenazah ke Belu.

"Ini hal yang luar biasa dan menjadi panutan dan contoh bagi lembaga -lembaga lainnya di NTT. Dan ini perlu ditumbuhkembangkan juga di lembaga kemasyarakatan sehingga ada kepedulian sosial terhadap sesama," kata Wakil Ketua DPRD NTT, Anselmus Tallo yang juga salah satu keluarga korban.

Keluarga lainnya, Philipus Seran mengatakan, dirinya baru melihat pertama kali seorang pimpinan universitas yang turun tangan dan mengambil alih semua kepengurusan mahasiswa yang meninggal. "Kami terharu dan tidak bisa membalas apa yang dibuat oleh rektor dan jajarannya. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk rektor dan lembaga PGRI NTT," kata Seran. *

Baca  Juga  :

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved