Breaking News:

Kenangan Kajari Sangatta tentang Pejuang HAM Munir

Tren pengungkapan dan penegakan hukum kasus tindak pidana korupsi kian meningkat di negeri ini.

zoom-inlihat foto Kenangan Kajari Sangatta tentang Pejuang HAM Munir
TRIBUN KALTIM/KHOLISH CHERED
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sangatta, Didik Farkhan Alisyahdi

Namun Didik menyatakan salut kepada para jaksa Kejari Sangatta. Meski mereka “kecemasan” kehabisan uang anggaran, mereka tidak pernah berpikir demo, mogok kerja, atau "bermalas ria". Padahal harus diakui tugas jaksa terbilang berat. Di samping menyidangkan, mereka berkewajiban mendatangkan saksi, barang bukti, sampai eksekusi.

Lantas bagaimana mensiasatinya? "Selain berharap dukungan dari Kejati, kami juga mulai melakukan penghematan. Bagaimana caranya? Jatah untuk satu perkara penuntutan, kami gunakan untuk dua perkara. Dua perkara kami tunjuk personil dengan Jaksa yang sama. Kami akan minta jadwal sidangnya harinya sama. Kemudian Jaksa yang sidang di Samarinda saya pilih Jaksa yang punya domisili di Samarinda," katanya.

Selain itu, carter mobil ditiadakan, mobil yang dipakai sidang adalah mobil dinas Kajari. "Ya saya mengalah. Kijang dinas baru dari Kejagung dipakai mondar-mandir sidang ke Samarinda. Berarti yang dikeluarkan hanya biaya bensin," katanya. Tapi inipun belakangan  tak luput dari masalah. Adanya ketentuan plat merah harus isi Pertamax juga jadi "kendala".

"Itulah konsekuensi logis bila terlalu bersemangat melakukan penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi. Ingin  berprestasi dan mau kerja ekstra ternyata juga dihantui keterbatasan dana. Kalau tidak bisa berhemat malah tekor. Singkat kata, hidup adalah pilihan," katanya sambil tersenyum penuh makna.

REGIONAL POPULER

Editor: Widiyabuana Slay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved