75 Pasangan Nikah Massal di Masjid Agung Sidoarjo

“Kalau nikah siri, kepastian keluarga mereka secara hukum jadi tidak jelas. Anak-anak mereka tidak bisa bikin akte, dan itu akan menyulitkan,” kata

75 Pasangan Nikah Massal di Masjid Agung Sidoarjo
surya/irwan syairwan
Peserta nikah massal di Masjid Agung Sidoarjo

Laporan dari Irwan syairwan wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,SIDOARJO - Aula Masjid Agung Sidoarjo tidak seperti biasanya.

Hari ini, Rabu (20/2/2013) Masjid Agung tersebut dipenuhi calon pengantin berbagai usia. Mereka adalah peserta Nikah Massal yang diadakan Pemkab Sidoarjo untuk memperingati Hari Jadi Sidoarjo ke-154.

Mempelai perempuan seragam mengenakan pakaian pengantin muslimah berwarna putih, sementara mempelai pria mengenakan setelan jas warna hitam.

Tepat pukul 08.00 WIB, calon pengantin yang berjumlah 75 pasang ini mengantri di tujuh meja penghulu yang disediakan. Satu-persatu pasangan mengucapkan ijab kabul dan menandatangani surat nikah.

Usai ijab, seluruh pasangan suami-istri ini diarak menuju Pendopo Delta untuk acara resepsi pernikahan.

Meski ditonton warga yang melintas Jalan Sultan Agung, semua pasangan tetap tersenyum dan berjalan percaya diri, seolah dunia milik bersama.

Wakil Bupati Sidoarjo, MG Hadi Sutjipto, mengatakan semua pasangan nikah massal ini terdiri dari 18 kecamatan. Semua biaya pernikahan ditanggung Badan Amil Zakat (BAZ) Pemkab Sidoarjo.

Hadi menuturkan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dari 50 pasangan di tahun 2012 menjadi 75 pasangan tahun ini.

Hadi menjelaskan, Pemkab Sidoarjo ingin warganya mendapat kepastian hukum melalui nikah massal ini. Sebab, lanjutnya, masih banyak warga yang menikah secara siri.

“Kalau nikah siri, kepastian keluarga mereka secara hukum jadi tidak jelas. Anak-anak mereka tidak bisa bikin akte, dan itu akan menyulitkan,” kata Hadi usai acara.

Hadi menjamin para pasangan ini merupakan pasangan suami-istri pertama. Tidak ada pasangan poligami.

“Kami melakukan pencarian bekerjasama dengan Kemenang dan kecamatan-kecamatan. Untuk tahun berikutnya mungkin akan kami tambah kuotanya agar Sidoarjo tidak ada lagi pasangan yang cuma nikah siri,” tutupnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved