Pencuri Tinggalkan Tulisan 'Maaf Bu Aku Lagi Mabuk'
Pencuri yang satu ini terbilang aneh. Entah apa maksudnya, ia meninggalkan tulisan minta maaf
Laporan Wartawan Surya, Imam Taufiq
TRIBUNNEWS.COM – Pencuri yang satu ini terbilang aneh. Entah apa maksudnya, ia meninggalkan tulisan minta maaf sehabis mengacak-acak isi ruangan kantor di SDN Sukorejo 2, yang berada Jl Krantil, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Dari sekolah yang diapit perkampungan padat penduduk itu, pelaku hanya mendapatkan uang Rp 800 ribu, yang diambil dari ruangan kantor guru. Tepatnya, berada dalam laci meja Sariati (55), guru kelas 3. Itu uang milik tabungan para siswa dan kas guru.
Sementara laptop dan perangkat komputer yang sudah siap dibawa kabur ditinggalkan dan ditaruh di atas meja guru. Termasuk camera digital merek Sony dan flash dish juga tak dibawa. Semua barang itu digeletakkan di lantai tepatnya dibalik pintu ruangan kantor. Camera ditaruh di atas buku absensi guru yang di dalamnya terdapat tulisan tangan pelakunya, yakni, "maaf bu, aku lagi mabuk".
Pencurian itu diketahui Sariati saat datang pertama kali ke sekolah itu, Rabu (6/3/2013) sekitar pukul 06.30 WIB. Ia mendadak kaget ketika membuka pintu ruangan kantor, dan kakinya menginjak buku absen guru yang tergeletak di lantai, tepatnya dibalik daun pintu. Di atasnya ada camera digital dan flash dish milik sekolahan itu.
Begitu diambil, wanita berjilbab itu lebih kaget lagi karena ada tulisan tangan di buku absen itu, yakni "maaf bu, aku lagi mabuk". Itu diperkirakan tulisan tangan pelakunya. "Saya nggak paham dengan maksud tulisan tangan itu, apa tujuannya," ujarnya.
Dijelaskan, tak ada barang sekolah yang raib, kecuali uang Rp 800 ribu itu. Namun, pelaku sempat mengacak-acak isi ruangan kantor, bahkan tujuh meja guru, isinya diobrak-abrik.
Dugaan petugas, pelaku sempat kebingungan saat akan masuk ruangan kantor itu. Semula, pelaku hendak masuk dengan melalui jendela. Bahkan kacanya sudah dipecah. Namun karena ada tralisnya, sehingga gagal dan masuk dengan cara menjebol plafon yang tembus ke ruangan perpustakaan, yang bersebelahan dengan kantor guru. Saat naik ke atap, pelaku menggunakan panjatan meja yang ditumpuk dengan kursi dan menjebol plafon dengan linggis. Kebetulan barang-barang itu ada di luar kelas karena sekolah itu habis direhab.
Selanjutnya pelaku turun dari plafon dengan menginjakkan kakinya di lemari. Begitu pula saat keluar, pelaku kembali melalui jalan semula karena tak ditemukan jendela atau pintu yang terbuka. Semuanya masih tetap terkunci.
"Kemungkinan, pelakunya sempat kebingungan ketika akan keluar karena tak bisa membuka pintu. Akhirnya, barang elektronik yang sudah siap dibawa kabur itu ditinggalkan," kata Kompol H M Cholil, Kapolsek Sukorejo.
Ia menduga, pelakunya bukan orang jauh karena sepertinya sudah mengenal medan sekolah itu. Karena itu, petugas langsung dikerahkan untuk menyisir perkampungan padat yang mengapit sekolah itu.