Ditemukan 'Semen Purba' dan Logam di Situs Gunung Padang
Tim Terpadu Riset Mandiri menemukan temuan yang dinilainya sebagai temuan penting yakni berupa 'semen purba'.
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Menjelang akhir ekskavasi kali ini, Tim Terpadu Riset Mandiri menemukan temuan yang dinilainya sebagai temuan penting yakni berupa 'semen purba'. Temuan tersebut tampak tersebar secara merata di sela-sela batu columnar joint (batu penyusun situs Gunung Padang yang umumnya berukuran panjang 1 meter dengan penampang segilima). Demikian dikatakan Dr Ali Akbar (Arkeolog), Ketua Tim Terpadu Riset Mandiri saat dihubungi Tribun, Sabtu (30/3/2013) sore.
Menurut Ali Akbar, columnar joint yang ada di teras-teras itu hanya ditumpuk dan disusun, sedangkan columnar joint di bawah permukaan sebagaimana ditemukan di dalam kotak gali pada kedalaman 4 meter dalam ekskavasinya di lereng timur situs Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat, tampak dilapisi 'semen purba'. Semen purba ini telah dianalisis di laboratorium.
"Dr Andang Bachtiar, pakar geologi menyebutkan komposisi unsurnya didominasi besi dan lempung. Lempung digunakan sebagai adonan dan besi untuk memperkeras ketika adonan tersebut membatu seperti semen," kata Ali.
Selain itu lanjut Ali, pakar Geologi itu menjelaskan bahwa unsur atau komposisi mineral semen purba berbeda dibandingkan dengan komposisi mineral columnar joint, sehingga bukan merupakan pelapukan dari batuan tersebut.
Selain ditemukan 'semen purba', dikatakan Ali juga ditemukan temuan logam sepanjang 10 sentimeter. Temuan ini juga telah dianalisis di Laboratorium Uji Departemen Teknik Metalurgi dan Mineral Universitas Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa logam tersebut adalah limbah dari pengolahan logam besi atau terak besi (sponge iron). Unsur besi dan karbon pada temuan tersebut sangat tinggi, sehingga dapat dipastikan masyarakat masa itu telah mampu mencari batuan yang mengandung besi, melakukan pembakaran, dan pemurnian sehingga diperoleh mineral besi. Carbon yang masih menempel pada temuan tersebut juga menunjukkan bahwa pembakaran dilakukan pada suhu yang tinggi.
"Dari hasil penggalian kali ini kami menyimpulkan hingga kedalaman 4 meter masih merupakan struktur batu yang dirancang dan disusun oleh manusia. Bahkan sampai riset ini masih berlangsung, struktur batu masih cukup banyak terpendam di dalam tanah," katanya. (ddh)
Baca Juga :
- Mahasiswa UI Diselamatkan di Gunung Guntur 11 menit lalu
- Ilham Komposisi Pengurus DPP Tak Berubah 19 menit lalu
- Lisa Simpan 30 Butir Ekstasi di Bra 23 menit lalu