Program Alih Jalur UGM
Universitas Gadjah Mada (UGM) belum dapat memastikan terkait ada dan tidaknya program alih jalur.
TRIBUNNEWS.COM YOGYA,- Universitas Gadjah Mada (UGM) belum dapat memastikan terkait ada dan tidaknya program alih jalur. Pihak kampus masih berpegang pada Surat Keputusan (SK) Rektor lama, yang menyebut belum membuka program alih jalur dari jenjang D3 ke S1.
Hal itu dikatakan wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan UGM, Iwan Dwiprahasto, Senin (1/4). Ia menuturkan sampai saat ini pihaknya belum berani memberikan pernyataan atau kepastian terkait program tersebut.
"Saya tidak mengatakan bahwa kampus tidak membuka program alih jalur tersebut, tapi sampai saat ini kami masih mengacu pada SK rektor yang lama dan belum ada pembaruan," terangnya kepada Tribun Jogja.
Selain itu, lanjut Iwan, kampus juga belum membahas terkait program alih jalur, meski cukup banyak mahasiswa lulusan D3 yang menantikan informasi terkait program lanjutan ke jenjang S1. Ia pun belum berani mengatakan apakah tahun ini UGM akan membuka program alih jalur atau tidak.
Lebih lanjut Iwan juga berujar pihaknya juga akan mempelajari dan mengacu pada Undang-Undang terbaru, yaitu UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
"Terus terang memang belum ada pembahasan soal itu, lagipula sekarang kan juga sudah ada UU terbaru tentang pendidikan tinggi, ya kami akan coba menyesuaikan dengan UU itu dulu," tambahnya.
Sementara Kepala bidang Humas UGM, Wijayanti, menuturkan sampai saat ini pihaknya memang meniadakan program swadaya atau ekstensi. Meski demikian, ia berujar ada beberapa fakultas yang dikabarkan menerima program alih jalur.
"Beberapa fakultas memang ada yang membuka program itu, tapi saya tidak hafal fakultas mana saja," katanya.
Wiwit, sapaan akrabnya, menambahkan program itu menerima beberapa lulusan program D3 untuk melanjutkan ke jenjang S1 kelas reguler. Termasuk untuk syarat dan ketentuannya, juga diserahkan pada fakultas yang bersangkutan.
"Itu kewenangan masing-masing fakultas untuk menerima mahasiswa alih jenis atau tidak," ujarnya. (Ton)
Baca Juga :
- Sampai Maret, Kasus Pencabulan di Tuban Ada 6 Kasus 5 menit lalu
- DPC PD Resmi Kirim Surat PAW Ke DPRD, Ganti WW dan AS 10 menit lalu
- Sopir Bus Ngantuk, Ayah dan 2 Anaknya Tewas Saat ke Sekolah 19 menit lalu