Pangoopau 1 Pastikan Prajuritnya Pakai Peluru Hampa
prajurit Paskhas yang bentrok dengan warga RT32 Sukodadi, Rabu (24/4/2013) lalu menggunakan peluru hampa.
TRIBUNNEWS.COM .COM, PALEMBANG - Pangkoopau 1 Marsekal Muda M Syaugi SSos memastikan prajurit Paskhas yang bentrok dengan warga RT32 Sukodadi, Rabu (24/4/2013) lalu menggunakan peluru hampa.
"Penembakan itu kan sudah kita sampaikan pada saat kejadian ada personel kita yang tertembak dua. Kan udah tahu wartawan itu sesuai dari visum kedokteran, lukanya sama dengan yang di masyarakat.
Sementara kita nggak pake senjata itu (senapan angin). Kita kan pake peluru hampa, hanya bunyi aja. Karena masyarakat menyerang, kita kasih peringatan dulu. Sementara masyarakat kan tahu masuk dengan golok, parang, linggis dan senjata. (Soal temuan selongsong di TKP), Ya itu punya warga, dia," tegas Marsekal Muda M Syaugi SSos usai Sertijab Danlanud Palembang di Mako Lanud Palembang, Jumat (25/4/2013).
Syaugi mengatakan semua ada aturannya, ada mekanismenya. Setiap ada persoalan pasti pihaknya akan mengecek apa masalahnya, dari mana problemnya.
"Apakah ini dilakukan oleh warga, apa dari kita atau dari siapa. Kita akan terbuka ini, nggak ada yang ditutup-tutupi. Sekarang eranya keterbukaan, transparansi. Harapan kita juga masyarakat, wartawan juga berimbang. Kan gitu beritanya. Kalau beritanya baik, beritakan baik, nggak apa-apa diberitahu. Kita akan nerima seperti itu. Jangan hanya jeleknya tok aja yang kita beritakan, nggak boleh. Jadi kalau memang itu benar sampaikan. Walaupun itu pahit," kata jenderal bintang dua.
Ia meminta Danlanud Palembang yang baru Letkol Pnb Ramot CP Sinaga agar arif dan bijaksana mengemban tugas terutama mengamankan aset tanah.
"Lanud Palembang memiliki strategis penyangga pertahana, butuh prajurit yang handal. Berkaitan dengan pengamanan aset tanah saya minta arif dan bijaksana, serahkan ke proses hukum dan berkoordinasi khususnya dengan Pemprov. Masalah lahan sesuai brefing tadi pengarahan saya, bahwa semua selama kita bisa berkomunikasi dengan baik, TNI ini juga manusia sama. Ya kan, kalau bisa berkomunikasi saya yakin tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Selama mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Kita ini negara hukum, jadi ikuti aja aturan hukum itu. Jadi kita tidak bisa semena-mena. Angkatan Udara pun tidak bisa semena-mena. Masyarakat, warga juga tidak bisa semena-mena. Semua ada aturannya. Seperti wartawan nggak mungkin nyelonong pak..pak..pak. Saya juga memperkenalkan diri. Kan enak, selama ada aturan-aturan itu kita penuhi saya yakin itu pasti nggak ada masalah," ujar Syaufi.
"Kita sudah sepakat, tanggalnya saya lupa, bahwa tidak ada moraturium. Jadi tidak ada yang mengganggu. Semua diam dulu. Cooling down. Apa yang sudah kita kuasai itu milik Angkatan Udara. Kita berhak dong. Kita mau ngatur tanah ini mau diapakan nggak masalah. Selama kita nggak mengganggu orang lain. Seperti itu, mungkin dia yang mengganggu kita. Faktanya begitu kan? Dia mengganggu kewilayahan yang dikuasai Angkatan Udara sehingga terjadilah. Dia pasti memancing-mancing seperti itu," seru M Syaugi.
Terkait rencana peningkatan status Lanud Palembang, menurutnya sesuai dengan waktunya dan kemampuan negara pasti akan ditingkatkan.
"Jadi sekarang tipenya masih seperti ini. Karena bagaimanapun juga bahwa Lanud Palembang ini merupakan penyangga pertahanan ibukota. Ini salah satu Lanud terdekat dari Jakarta. Jadi kalau ada apa-apa, kita bisa pindah ke sini segala macamnya. Ini kita tingkatkan kemampuan pangkalan di sini sehingga suatu saat nanti pesawat-pesawat tempur kita banyak pesawat-pesawat akan didatangkan ke sini untuk mengamankan wilayah di sini, terutama di selat Malaka. Kita lihat perkembangan situasi di sini bagaimana. Perlu bangunan infra struktur perlu diperbesar. Nanti untuk menampung pesawat-pesawat tempur yang berbadan besar. Apabila sudah siap, maka status Lanud sini akan ditingkatkan," ujarnya.