Di Kota Kupang, Ada Lokasi Prostitusi di Rumah Warga
Di Kota Kupang bisnis prostitusi berlangsung cukup 'transparan'. Bisa dilihat dan diamati masyarakat walaupun bisnis
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Pos Kupang, Ferry Ndun
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Di Kota Kupang bisnis prostitusi berlangsung cukup 'transparan'. Bisa dilihat dan diamati masyarakat walaupun bisnis ini tidak menggangu masyarakat sekitarnya.
Hasil investigasi wartawan Pos Kupang beberapa hari terakhir di sejumlah lokasi bisnis prostitusi di wilayah Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, dan di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa menemukan sejumlah spefisikasi unik hasil temuan lapangan yang cukup mencengangkan.
Dan hasil investigasi ini bagi kebanyakan masyarakat di Kota Kupang belum mengetahui adanya fenomena bisnis prostitusi karena melibatkan anak berusia rata-rata 17 tahun.
Sebagai contoh, di bilangan Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, terdapat deretan bangunan dengan model kos-kosan yang berdiri di sisi lintasan jalan propinsi ternyata beroperasi sejumlah perempuan/wanita lokal berusia muda. Warga yang melintasi jalan ini tidak akan mengira jika dalam kamar kos-kosan itu sudah 'stand by' sejumlah perempuan lokal berusia rata-rata 17 tahun.
Para gadis lokal berusia muda ini berpenampilan sederhana. Mereka umumnya domisili di wilayah pinggiran Kota Kupang, namun sering mangkal dan beroperasi menunggu 'tamu' lelaki hidung belang yang sering datang.
Bagi pelanggan muka baru, 'mami' (sebutan untuk germo) yang menunggu di depan kamar kos akan memasang muka 'garang', dan akan menyelidiki kehadiran tamu dengan pertanyaan yang ketus, kurang bersahabat. Namun setelah mengetahui 'signal' jika kehadiran tamu itu ingin mencari perempuan 'ayam lokal', maka sang 'mami' berubah tersenyum mempersilakan tamu menuju kamar belakang untuk negosisasi lebih lanjut dengan gadis-gadis lokal yang rata-rata berumur 17 tahun.