Rabu, 10 Juni 2026

Pengendara Motor Merokok Disweeping, Lalu Diberi Susu dan Permen

Belasan warga melakukan aksi sweeping mencari para perokok yang ada di jalanan

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ikrob Didik

TRIBUNNEWS.COM – Belasan warga melakukan aksi sweeping mencari para perokok yang ada di jalanan. Perokok yang terjaring diminta mematikan rokok pada sebuah besek berisi pasir. Namun, rokok itu kemudian ditukar dengan susu dan permen.

Aksi itu dilakukan oleh warga yang peduli terhadap kesehatan untuk menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei mendatang. Aksi dipusatkan di sekitar Terminal Tirtonadi, Solo.

Sejumlah orang berdiri melintang di zebra cross simpang empat Tirtonadi, Jalan Ahmad Yani, saat lampu merah menyala. Mereka membawa sejumlah poster yang berisi ajakan berhenti merokok dan bahaya menghisap lintingan tembakau itu.

"Rokok adalah pembunuh diam-diam bagi perokok aktif dan pasif. Karena itu, kami ajak masyarakat berhenti merokok di momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia nanti," kata Joko Adianto, Kepala Program Divisi Kesehatan Rumah Zakat Solo, Rabu (22/5/2013).

Tak hanya poster, mereka juga membawa replika rokok sebesar paha orang dewasa yang panjang sekitar satu meter. Ada tiga buah replika rokok. Para peserta melakukan aksi teatrikal di tengah jalan. Mereka menghisap rokok raksasa itu hingga lama kelamaan mati karena sakit. "Itu untuk menggambarkan bahaya menghisap rokok," terang Joko.

Di tengah-tengah aksi, muncul 'pasukan' bersenjata besek yang berisi gundukan pasir. Mereka kemudian menyebar mencari para pengendara motor dan mobil yang merokok. "Kami melakukan sweeping perokok. Kami meminta warga mematikan rokok di besek," ujar Nisa, seorang pasukan besek itu.

Tak butuh lama, para pengendara yang merokok sambil berkendara mulai berdatangan. Mereka kemudian diminta secara sukarela untuk mematikan rokok ke besek. Namun ada gantinya, rokok yang dimatikan diganti dengan susu dan permen yang sudah dikemas. "Sebagai ganti rokok mengemut permen. Terus agar badan sehat, minum susu," kata Nisa kepada seorang sopir.

Ada belasan pengendara perokok yang terjaring dalam sweeping itu. Namun, tak semua pengendara bersedia mematikan rokok. Ada beberapa sopir yang menolak secara halus. “Rokoknya masih panjang ini, eman-eman kalau dimatikan,” kata seorang pengemudi mobil box yang menolak mematikan rokok. Meski dirayu-rayu, pria berkulit hitam dan berkumis tipis ini tetap tak mau mematikan rokoknya.

Tak hanya di jalanan, aksi itu juga menyasar ke dalam terminal. Sasarannya adalah para penumpang dan awak bus yang merokok di sembarang tempat. "Ada sekitar 500 paket susu dan permen yang kami sediakan. Lewat aksi kecil ini, kami mengetuk kesadaran masyarakat," ujar Mei Sri Widuri, Brach Manager Rumah Zakat Solo.

Sumber: Tribun Jateng
Tags
Solo
rokok
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved