Pemko Binjai Akan Lakukan Oprasi Pasar
Pemerintah kota Binjai pada tanggal 02/07/2013 ini akan melakukan operasi pasar
Pemko Binjai Akan Lakukan Oprasi Pasar
Laporan wartawan Tribun Medan, M Azhari Tanjung
TRIBUNNEWS.COM , BINJAI - Kadis Perindag Kota Binjai Drs.H.M.Tulen MAP mengatakan, dalam mengantisipasi pelonjakan harga kebutuhan pokok yang diakibatkan harga BBM yang naik oleh pemerintah pusat, pemerintah kota Binjai pada tanggal 02/07/2013 ini akan melakukan operasi pasar di lima kecamatan yang ada di Binjai.
Operasi pasar itu juga dilakukan yang mana umat muslim akan menghadapi bulan ramadhan pertengahan Juli tahun 2013 ini. Lanjut Tulen, operasi pasar yang kita lakukan meliputi 8 item bahan pokok yang akan dijual antara lain minyak makan, beras, telur, tepung dan beberapa bahan pangan lainnya yang harganya jualnya nanti disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat.
" Semalam dan hari ini kita telah melakukan rapat dengan seluruh SKPD untuk membahas operasi pasar ini,"terang Tulen.
Dijelaskan Tulen lagi, untuk antispasi harga sembako agar tetap stabil diambang kenaikan BBM dan menjelang bulan ramadhan tahun ini pihak disperindag 3 kali dalam seminggu terus memantau pergerakan kenaikan harga kebutuhan pokok dipasar tradisional yang ada di Binjai.
"Sampai hari ini harga kebutuhan pokok di Binjai masih stabil, hanya bawang putih dan cabai merah yang alami kenaikan Rp 2000 perkilonya,"ujar Tulen.
Sebelumnya Organda Binjai memberi signal untuk mempersiapkan kenaikan tarif angkot sekitar 20-30 persen jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. “ Hari ini kan paripurna di DPR Tentang kenaikkan BBM, jadi kita tunggu saja hasilnya, kalau BBM tersebut juga naik, maka kemungkinan kita akan menaikkan ongkos angkot sebesar 20-30 persen,” ucap ketua Organda Binjai Cahaya Surbakti
Kenaikan sebesar 30 persen ini, sambungnya, dengan pertimbangan kenaikan harga BBM dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.500/liter. "mudah-mudah kenaikkan harga BBM tersebut tidak terlalu tinggi," ucapnya.
Namun lanjutnya, pihaknya masih akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat terlebih dahulu. "Saat ini kami lakukan sosialisasi dan sedang terus meredam situasi dan kondisi agar tetap kondusif. Organda harus mengayomi para pengusahanya," jelasnya.
Kenaikan tarif, dipastikannya, akan terjadi bila harga BBM naik. Saat ini pun belum ada kenaikan tarif sepihak yang dilakukan sopir angkot. "Belum ada kenaikan sebelum BBM ini naik, kami akan lakukan pengawasan di lapangan. Kalau ada sopir naik, laporkan pada organda," pintanya. (ari/tribun-medan.com)