SBMPTN 2013
Yaya Percaya Diri Bersaing dengan Ribuan Peserta
Keterbatasan fisik sejak lahir tidak menjadi hambatan bagi Yaya Firmansyah (17) untuk meraih cita-citanya.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Keterbatasan fisik sejak lahir tidak menjadi hambatan bagi Yaya Firmansyah (17) untuk meraih cita-citanya.
Dengan berbekal semangat dan tekun belajar, ia bersaing bersama 37.681 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri.
Dengan percaya diri, Yaya dengan menggunakan kursi roda datang ke kampus ITB untuk mengikuti ujian tertulis SBMPTN 2013 hari pertama, Selasa (18/6).Tidak terlihat canggung saat ia masuk ke ruang ujian.
Tekadnya hanya satu, bisa mengerjakan soal sebaik mungkin agar bisa lolos masuk ke jurusan yang menjadi pilihannya. Lelaki yang tidak memiliki kaki dan pergelangan tangan ini juga tampak serius saat mulai mengerjakan soal Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU).
Karena memiliki keterbatasan, saat mengerjakan soal, ia didampingi kakaknya, Rista (27). Rista hanya membantu menulis jawaban di lembar jawaban.
"Alhamdulilah, tadi bisa mengerjakan semua soal. Dibantu kakak, soalnya kalau mengisi sendiri, tidak bisa cepat, kan ada batasan waktu," kata lelaki asal Desa Wanasari RT 05/02 Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ini.
Anak kedua pasangan Jojoh dan Saepudin ini mengaku sudah belajar agar bisa mengerjakan soal- soal ujian. Ia sangat ingin bisa lolos dan kuliah di jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Univeritas Pendidikan Indonesia (UPI).
Jurusan ini menjadi pilihan pertamanya. Untuk pilihan lain, ia memilih Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Jakarta untuk pilihan ketiga.
Keinginannya bisa kuliah sudah menjadi impiannya. Ia ingin mewujudkan cita-citanya menjadi guru. Untuk itu, ia optimistis bisa lolos. "Saya sudah berusaha maksimal. Dan sudah mempersiapkan diri bila lolos nanti, harus siap menjalani rutinitas di kampus," kata lelaki lulusan SLB Surade Sukabumi ini.
Yaya mengaku sudah siap tinggal jauh dari keluarga karena saat sekolah di SLB ia memilih tinggal di asrama untuk mandiri. Dan ia juga sudah mempersiapkan diri untuk berbaur dengan dunia perkuliahan. "Saya akan banyak belajar pastinya. Semoga bisa," kata lelaki kelahiran Sukabumi, 14 Agustus 1994, ini.
Keinginan kuat untuk kuliah di Bandung dan di kota lain juga diakui ibunya, Jojoh, yang ikut mengantar Yaya ke lokasi ujian. Ia sempat meminta anaknya itu untuk kuliah di Sukabumi atau lokasi yang terdekat dengan kampung halamannya. Namun Yaya sudah bercita-cita ingin menjadi guru dan ingin mewujudkannya dengan kuliah di Bandung.
"Dia inginn sekali bisa kuliah di UPI. Saya sebagai orang tua akhirnya mendukung dan memberikan semangat. Kami berharap dan berdoa Yaya bisa lolos dan bisa meraih cita-citanya," katanya.
Semangat sang anak bisa dilihat dari keikutsertaannya pada beberapa perlombaan seperti meraih juara kursi roda di Kabupaten Kuningan. Anaknya itu juga aktif di Pramuka. Dengan kemandirian yang diperlihatkan Yaya, ia percaya anaknya mampu menjalani kuliah di Bandung.
"Sempat khawatir, gimana kalau kuliah jauh dari rumah. Tapi melihat semangat dan kemandirian dia, kami semua percaya dia bisa menjalani semua," katanya.
Sebanyak 37.682 calon peserta yang tercatat di Panitia Lokal (Panlok) Bandung mengikuti ujian tertulis SBMPTN 2013. SBMPTN yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini akan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (19/6).