Breaking News:

Peluru Nyasar Akibat Ricochet

Pihak TNI AU mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah menggelar latihan bagi anggota Wanita Angkatan Udara (WARA) TNI AU di wilayah itu.

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Paska kejadian peluru nyasar di Bukit Kemuning, Dusun Gading IV, Playen, Gunungkidul, pihak TNI AU mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah menggelar latihan bagi anggota Wanita Angkatan Udara (WARA) TNI AU di wilayah itu.

Adapun, menurut Kasi Persenjataan Pangkalan TNI AU Adisucipto, Mayor Subagyo, peluru yang nyasar merupakan akibat dari ricochet atau pantulan dari senjata yang ditembakan dalam latihan.

“Dalam latihan ini, kami menggunakan tujuh pucuk senjata,” jelasnya, Senin (01/07/2013).

Ketujuh pucuk senjata itu, meliputi tiga pucuk berjenis M2 dan DSHK caliber 12,7 mm dan empat pucuk senjata lainnya berjenis G3 kaliber 7,6 mm.

Dirinya menambahkan, peluru yang mengenai rumah warga yakni yang berkaliber 12,7 mm. ketika ditemukan, proyektil-proyektil dalam kondisi rusak.

Secara teori, tambahnya, peluru yang ditembakkan ke arah bukti tidak mungkin sampai ke pemukiman warga karena jaraknya cukup jauh. Kemungkinan penyebab peluru nyasar ini karena tanah yang ada di bukit sudah habis dan tinggal batu saja. Akibatnya peluru yang ditembakkan mengenai batuan hingga memantul dan mengarah ke permukiman warga.

“Semuanya sudah sesuai prosedur. Penyebabnya faktor X, karena secara teori jarak lokasi dan pemukiman warga cukup jauh. Padahal jarak efektif pelurunya hanya 1,5 kilometer. Analisanya reskoset, nabrak dulu baru melanting tidak beraturan ,”herannya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved