Dampak Ombak Besar, Ribuan Nelayan di Medan Utara tak Melaut
Akibat dampak musim badai angin kencang disertai ombak besar beberapa minggu terakhir ini, ribuan nelayan tak melau
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Parlaungan Lubis | Sumatera Utara
TRIBUNNEWS.COM, BELAWAN - Akibat dampak musim badai angin kencang disertai ombak besar beberapa minggu terakhir ini, ribuan nelayan tak melaut hingga berimbas pada kian merosotnya perekonomian masyarakat nelayan yang tersebar di kawasan Medan Utara.
"Sejak musim ombak ini, ada sekitar ribuan nelayan mengadukan nasibnya pada DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kota Medan karena umumnya masyarakat nelayan meminta dijembatani serta difasilitasi agar Pemerintah mau peduli terhadap nasib masyarakat nelayan yang sudah tak lagi bisa melaut karena pengaruh cuaca buruk,"kata Ketua DPC HNSI Kota Medan Zulfachri Siagian, Kamis (19/9).
Menurut Zulfachri, guna menindak lanjuti keluhan masyarakat nelayan tersebut, saat ini pihak DPC HNSI Kota Medan sedang mengajukan permohonan bantuan konvensasi berupa sembako kepada pihak Dinas Pertanian Kelautan (Distanla Kota Medan), sebab sesuai programnya pihak Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) ada memberikan kovensasi bagi kalangan nelayan tak melaut yang terkena dampak cuaca buruk.
Salah seorang nelayan bernama Muhammad Amin (62) penduduk kampung Nelayan kepada serambinews.com mengaku, dirinya sudah jarang melaut akibat musim ombak tak kunjung reda, bahkan kemarin, ada kapal nelayan tenggelam dihantam badai. “Kalau sudah kena badai, jangankan pulang bawa ikan, pulang selamat saja sudah syukur," katanya.
Amin mengaku, di tangkahan pendaratan ikan di aliran Sungai deli yang diperkirakan ribuan kapal nelayan mogok melaut sembari menunggu membaiknya cuaca di laut menambahkan, sejak 2 minggu terakhir ini, kehidupan nelayan semangkin susah, menyusul hasil tangkapan nelayan kian merosot. Bahkan, sudah banyak nelayan pencari ikan beralih profesi jadi tukang becak maupun tukang bangunan, akibat mencari nafkah dilaut sudah sulit diandalkan lagi.
Kalangan nelayan disana berharap, ada program bantuan pemerintah untuk meringankan beban derita nelayan dikala musim ombak tak melaut banyak nelayan yang menganggur hingga terpaksa mencari hutangan hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup.(*)