Breaking News:

Seleksi CPNS

Penderita Stroke Ikuti Tes CPNS: Ikhtiar Berbalut Doa dan Salat Tahajud

Duduk di kursi roda dengan tangan kiri tak bisa digerakkan, Latifah masih semangat mengerjakan soal.

SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
Ribuan peserta mengikuti ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (11/3). Formasi CPNS yang akan diterima Pemerintah Aceh tahun ini berjumlah 193 orang. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Laporan Wartawan Surya,  Iksan Fauzi

TRIBUNNEWS.COM, BATU - Latifah Husein (50) pantang menyerah meski tubuhnya tak maksimal mengerjakan soal ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari kategori honorer K2 di Kota Batu, Minggu (3/11/2013). Duduk di kursi roda dengan tangan kiri tak bisa digerakkan, Latifah masih semangat mengerjakan soal.

Tak banyak persiapan jelan tes yang dilakukan Latifah. Ia hanya minta anak semata wayangnya, Helmi Ghosi Thalib (17) membantu mencarikan kisi-kisi soal diinternet. Dinihari sebelum mengerjakan soal, Latifah melakukan salat tahajjud dan memohon kepada Sang Kuasa supaya diberi kelulusan.

“Saya tidak ngoyo. Cuma salat tahajjud dan berdoa saja. Mudah-mudahan lulus,” bebernya.

Latifah adalah peserta tes CPNS dari kategori guru honorer. Ia sudah menjadi guru matematika di SMP Muhammadiyah 8 di Jl Welirang Kota Batu usai lulus kuliah dari Universitas Muhammadiyah tahun 1986. Sekarang, Latifah mengajar matematika kelas III SMP.

Nasib kurang bagus ia alami pada tahun 1988. Ia harus berada di kursi roda hingga saat ini. Tahun 1995, Latifah mengalami stroke. Setahun kemudian, ia melahirkan Helmi. Namun, suaminya meninggalkannya ketika Helmi berumur delapan bulan. Latifah pun membesarkan sendiri anaknya itu.

Perjuangannya membesarkan Helmi tak pernah menyerah. Sebagai tanggung jawab orang tua, ia tetap mencari nafkah meski memiliki hambatan dalam tubuhnya. Saat berangkat ke sekolah, Latifah selalu diantar kakaknya, namun, saat pulang ia diantar siswanya.

Sementara itu, dari pantauan Surya, proses pelaksanaan tes CPNS yang digelar di gedung sekolah Immanuel Kota Batu berjalan lancar. Semua peserta tes yang berjumlah 123 orang turut hadir. Beberapa pengawas dari BKN, BPKP, serta MCW juga hadir.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso yang meninjau lokasi itu berharap semua K2 itu lolos. Mengingat, mereka harus merebut kuota 30 persen dari peserta seluruh Indonesia. “Alhamdulillah, tidak ada joki di sini. Tadi panitia sudah meneliti kartu identitas, dan menyocokkan foto peserta. Mudah-mudahan semua peserta lulus,” harapnya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved