Breaking News:

CCTV Miliaran di Surabaya Hanya Pantau Macet, Aksi Kriminal Lolos dari Sorotan

Perangkat teknologi ini jumlahnya mencapai 185 unit

Bahkan, polisi sudah memiliki pusat pantau sendiri. Misalnya di Polda Jatim telah ada ruang Regional Transportation Management Center (RTMC). Dari ruang ini, polisi bisa melihat hasil sorotan kamera di seluruh tempat.

Sementara itu, Kepala Operasional RTMC Polda Jatim, Kompol Ronny Tri Prasetyo mengakui sebagian besar kamera CCTV yang diakses polisi merupakan milik Dishub Surabaya. Di luar itu, ada 28 kamera CCTV milik Korlantas Mabes Polri dan 18 kamera  CCTV milik Polrestabes Surabaya.

Mata elang pengintai milik polisi ini tersebar di berbagai daerah di Jatim. Terutama di kawasan-kawasan rawan kejahatan.

“Tentu jumlah kameranya semakin tahun akan terus bertambah. Kami sedang siapkan infrastrukturnya,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, ketergantungan polisi terhadap jaringan kamera CCTV Dishub Pemkot Surabaya tidaklah menjadi masalah. Justru kondisi itu menjadi bagian dari penghematan anggaran dan maksimalisasi fungsi perangkat  yang sudah tersedia.

“Filosofinya kan menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Jadi, selama ini sistem yang terbangun adalah kerja sama antarinstansi. Kami di-support jaringan kamera, kami juga support mereka dengan jaminan keamanan kota,” kata mantan Kapolsek Tegalsari itu.

Meski mendapat akses, tetap saja ada keterbatasan bagi polisi terkait fungsi kamera CCTV kota.  Polisi dengan RTMC yang dimiliki tidak bisa menyimpan atau merekam sendiri gambar yang tersorot kamera di lapangan. Padahal, polisi butuh melakukan identifikasi secara cepat, jika sewaktu-waktu terjadi kejahatan di jalan.

Untuk mendapatkan rekaman, polisi harus mengajukan permohonan dulu ke Dishub.  Seorang staf Dishubkominfo lalu menunjukkan contoh selembar surat permohonan meminta rekaman kamera dari kepolisian.

Inilah salah satu yang membuat kerja pengejaran penjahat di jalanan menjadi lamban. Bahkan, selama tiga tahun pemasangan CCTV di Surabaya, belum pernah sekalipun ada pelaku kejahatan yang bisa langsung tertangkap berkat pantauan CCTV.

Ronny mengakui adanya alur birokrasi untuk mendapat rekaman itu. Polres atau polsek yang membutuhkan salinan gambar, harus mengajukan ke RTMC Polda Jatim, kemudian permintaan itu diteruskan ke Dishub. Menurut Ronny  alur ini dibuat sebagai prosedur agar tidak disalahgunakan.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved