Kingkong Sembunyikan Puluhan Pelat Nomor di Septic Tank dan Sumur
Pencuri sepeda motor, Ahmad Syarif alias Kingkong, punya banyak cara untuk menghilangkan barang bukti pelat nomor kendaraan.
Laporan Wartawan Tribun Jateng Adi Prianggoro
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pencuri sepeda motor, Ahmad Syarif alias Kingkong, berusaha menghilangkan barang bukti pelat nomor kendaraan lewat cara dimasukkan ke septic tank, sumur, dan dipendam di kebun.
Cara yang agak aneh ini pun akhirnya dapat terbongkar, oleh jajaran Reskrim Polsek Genuk. Polisi mendapatkan 26 pasang pelat nomor asli dari rumah tersangka di Kangkungkarang, Mranggen, Demak.
"Kalau sepeda motor curian gampang menjualnya, laku rata-rata Rp 2,5 juta per unit. Pembelinya seseorang akrab dipanggil Cacing. Sementara pelat nomornya saya masukan septic tank karena bingung akan saya buang ke mana," kata Kingkong saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Jumat (29/11/2013).
Kingkong, merupakan target daftar penangkapan orang (DPO) polisi dalam beberapa bulan belakangan. Pria asal Rowosari, Tembalang, itu mengaku hanya memerlukan waktu 5 detik untuk mengambil satu unit sepeda motor.
Wilayah operasinya di perumahan atau kos-kosan di seputaran Genuk, Semarang. Ia diringkus polisi di rumah istrinya di Mranggen, Demak, akhir pekan lalu.
"Saya sudah mencuri 50 motor. Saya biasanya mencuri bersama Zaenal alias Beno," kata Kingkong.
Menurut catatan kepolisian, Kingkong dan komplotannya pernah beraksi di Jalan Kapas Utara XIII Blok H, nomor 108 Perum Genuk Indah, Gebangsari, Genuk, Selasa (29/5/2013). Saat itu, dia berhasil menggasak Dua unit Suzuki Satria dan satu unit Yamaha Mio.
Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Djihartono menyatakan, polisi dari Sektor Genuk juga dua menangkap dua pencuri sepeda motor lainnya, yakni Ansori alias Sorek dan Bambang Purwanto.
"Kedua tersangka ini terlibat pencurian sepeda motor milik anggota polisi di dekat Pasar Bulu, Semarang," kata Kapolrestabes.