Banjir Purworejo

Warga Purworejo Butuh Selimut dan Petugas Kesehatan

Bantuan untuk korban banjir di Purworejo mulai berdatangan, Minggu (22/12/2013)

TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI
MACET- Kendaraan tersendat di jalan dari dan ke Purworejo akibat banjir yang dipicu luapan sungai Gebang, Minggu (22/12/2013). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNNEWS.COM, PURWOREJO - Bantuan untuk korban banjir di Purworejo mulai berdatangan, Minggu (22/12/2013). Namun pembagian bantuan belum merata.

Toto (60) warga Wironatan, Kecamatan Butuh mengatakan bantuan mulai dibagikan Sabtu (22/12). Namun dirinya tidak kebagian bantuan mie instan dan nasi bungkus.

"Kemarin dapat tiga dus mie instan dan 100 nasi bungkus buat satu desa. Panitia bingung mau baginya gimana, soalnya kurang banyak. Saya saja nggak dapat," ujarnya.

Bantuan tidak hanya untuk pengungsi, tapi juga bagi warga yang tetap bertahan di rumah dengan alasan menjaga rumah.

"Baru pagi ini dapat nasi bungkus. Diambil dua kali pukul 08.00 sama pukul 16.00. Saya ambil 15 bungkus, buat tetangga juga. Insya allah cukup," kata Nurahmat (16), warga Wironatan.

Anto (35) memilih mengungsi karena rumahnya tenggelam sepinggang orang dewasa.

"Bantuan makanan sudah, tapi untuk selimut dan tikar belum. Juga sama petugas kesehatan," ujarnya.

Akibatnya ada sebagian warga dan balita yang terserang flu.

"Dingin kalau malam apalagi kemarin hujan seharian. Saya harap ada bantuan selimut dan kesehatan untuk kami," ujarnya.

Anto mengatakan banjir akibat tanggul sungai Gebang Besar jebol, Jumat (21/12). "Sudah dua kali jebol. Pertama tahun 1992, kemudian sekarang. Tapi lebih besar ini, dulu nggak sampai ngungsi," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved