Penculikan dan Penganiayaan Pegawai PLN Diduga Salah Sasaran
Pengeroyokan disertai penculikan yang dilakukan 14 pemuda terhadap Raiyan Maulana diduga salah sasaran
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Pengeroyokan disertai penculikan yang dilakukan 14 pemuda terhadap Raiyan Maulana (23), pegawai PLN yang bertugas di Pulo Aceh, Aceh Besar, Senin (20/1/2014) sore di depan Tugu Unsyiah Darussalam, Banda Aceh, diduga salah sasaran.
Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH, didampingi Kapolsek Syiah Kuala AKP Yusuf Hariadi SH, kepada Serambi (Tribunnews.com Network), Selasa (21/1/2014) siang. Dugaan salah sasaran itu, menurut Yusuf, didasari keterangan korban, Raiyan Maulana.
"Keterangan Raiyan, pascadilepas oleh pelaku yang menculik dirinya hampir 2,5 jam itu, tidak kenal seorang pun dari 14 pemuda tersebut. Dua temannya, Kendi dan Irsan Aulia yang ada di lokasi, juga tidak kenal seorang pun dari pelaku," kata Yusuf.
Dugaan itulah kata Yusuf yang menjadi dasar bahwa 14 pelaku itu salah sasaran mengeroyok dan menculik Raiyan yang baru pulang menonton pertandingan basket di belakang gedung lama Geulanggang Mahasiswa Darussalam, Banda Aceh, bersama Kendi dan Irsan, Senin (20/1/2014) sekitar pukul 17.30 WIB.
Dugaan lainnya kata Yusuf, Minggu (19/1/2-14) sore--sehari sebelum kejadian--ada dua pemuda yang duduk di Taman Geulangang Mahasiswa Darussalam sempat adu fisik dengan dua pemuda lain yang menaiki sepeda motor. Kedua pemuda bersepeda motor itu mengaku berasal dari salah satu desa di Kecamatan Kutabaro.
"Pemicunya disebut-sebut antara pemuda yang duduk di taman itu dengan dua pemuda yang menaiki motor tersebut saling adu pandang. Lalu, mereka merasa saling tertantang, sehingga sempat terlibat adu fisik. Perkelahian itu berhasil dilerai dan tidak dilaporkan ke Polsek," kata Yusuf.
Kemungkinan, ke 14 pelaku itu sedang mencari orang yang berselisih paham dengan dua rekan mereka sehari sebelumnya itu salah ‘mengenal’ sasarannya, sehingga langsung menyerang Raiyan Maulana dan Kendi (32) serta Irsan Aulia (23) yang mau minum bandrek sore itu.
Namun demikian, polisi akan tetap memburu pelaku, mencari tahu ke 14 pelaku pengeroyokan dan penculikan itu.
"Apa pun alasannya tindakan ke 14 pelaku tidak dibenarkan. Kecurigaan kami tentu ada. Namun, masih terlalu dini mengungkapkan sebelum ada saksi dan bukti kuat. Intinya kami akan berusaha mengungkap identitas serta menangkap ke 14 pelaku," imbuh AKP Yusuf.
Ia menambahkan, Raiyan Maulana yang mengalami penganiayaan berat dan penculikan yang dilakukan 14 pemuda itu dan menyebabkan luka bocor di kepala, rahang patang serta tubuh penuh lebam akibat bekas pukulan belum bisa diminta keterangan lebih banyak karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Seperti diberitakan Raiyan Maulana (23), pegawai PLN yang bertugas di Pulo Aceh, Aceh Besar, dilaporkan dikeroyok sekitar 14 pemuda di depan Tugu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (20/1/2014). Raiyan juga diculik dan dianiaya hingga mengalami luka bocor di kepala, rahang patah serta tubuh penuh lebam bekas pukulan. (mir)