Apapun Sakitnya, Narapidana di Jambi Hanya Dikasih CTM
Dokter Arman Siregar, yang mengurus kesehatan napi di Lapas Klas IIA Jambi, tak menampik kabar jika napi diberi obatnya CTM.
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Duanto A Sudrajat
TRIBUNNEWS.COM – Selama setahun ke depan, apapun sakitnya narapidana dan tahanan penghuni Lapas Kelas IIA Jambi, obatnya hanya CTM, yakni sejenis obat antialergi yang memiliki efek kantuk peminumnya.
Kondisi itu akibat dipangkasnya anggaran kesehatan untuk Napi menjadi sepersepuluh dari anggaran tahun lalu. Berdasarkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) untuk kesehatan narapidana yang turun dari pusat tahun 2014, hanya Rp 6 juta untuk seluruh napi yang menghuni Lapas.
"Anggaran Rp 6 juta per tahun, jadi per bulan Rp 500 ribu. Itu untuk 1.116 napi, seluruh Lapas," ungkap Hendra Eka Putra, Kepala Lapas Klas IIA Jambi, pekan lalu.
Dokter Arman Siregar, yang mengurus kesehatan napi di Lapas Klas IIA Jambi, tak menampik kabar jika napi diberi obatnya CTM. Katanya, obat yang kemudian menjadi andalan ketika napi sakit hanya CTM, yang memberikan efek tidur. "Kalau sakit biasa ya kasih CTM aja," kata dokter Arman.
Seorang napi di Lapas Klas IIA Jambi yang minta namanya tak disebutkan mengakui, kalau sakit mereka dikasih obat CTM. Namun apabila sakitnya agak parah, tidak mempan dengan CTM maka diberi resep untuk ditebus di apotek dengan biaya sendiri.
"Kalau sakitnya ringan, pusing, demam biasa kami di sini cuma diberi obat CTM. Setelah itu ngantuk dan tertidurlah. Obat lainnya paling juga obat generik, tapi itu jarang, yang sering CTM itulah," ujar Napi yang terlibat dalam kasus kepemilikan narkoba tersebut melalui ponsel, Minggu (26/1/2014).
Menurut dia, jenis penyakit yang paling banyak diidap Napi dan tahanan lainnya adalah gatal-gatal, terkadang ada juga Malaria. "Di sini kan sumber air bersihnya dari sumur, makanya kami kebanyakan terkena penyakit gatal-gatal. Kondisi airnya tidak memang tidak sebersih air PAM," ujarnya.