Gunung Arjuna-Welirang Ditutup Sementara Bagi Pendaki

Pascahilangnya dua mahasiswa Stiesia Surabaya, pihak Tahura R Soerjo menutup sementara pendakian gunung Arjuno-Welirang.

Gunung Arjuna-Welirang Ditutup Sementara Bagi Pendaki
dolorpacet.blogspot.com
Gunung Arjuna 

Laporan Wartawan Surya Rahadian Bagus

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Pascahilangnya dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia) Surabaya, pihak Tahura R Soerjo menutup sementara pendakian gunung Arjuno-Welirang.

Mereka khawatir akan jatuh korban, sebab kondisi cuaca masih sangat buruk.

"Saat ini, pendakian Arjuno-Welirang kami tutup sementara. Mungkin sekitar satu bulan ke depan. Kami khawatir jatuh korban lagi," kata Kepala UPT Tahura R Soerjo wilayah Malang-Pasuruan, Gatot Sundoro, Kamis (30/1/2014).

Gatot mengatakan, dirinya sangat menyayangkan peristiwa yang dialami Alif Hazen Rahmasyah (24), dan Dian Mentiati (18), dua mahasiswa asal Stiesia Surabaya.

Keduanya merupakan peserta kegiatan orientasi mapala, dan ditemukan meninggal setelah tersesat selama 9 hari di gunung.

Gatot mengatakan, dua mahasiswa tersebut naik ke kawasan Gunung Arjuno-Welirang tanpa melapor ke pos resmi. Karenanya, petugas mengalami kesulitan melakukan pencarian, saat keduanyan dilaporkan hilang.

"Mereka naik gunung lewat jalur tak resmi,  seharusnya mereka izin dulu di pos resmi. Kami akui sering kecolongan. Banyak pendaki yang masuk tanpa izin," jelas Gatot.

Ia mengatakan, untuk naik ke kawasan Gunung Arjuno-Welirang, para pendaki bisa melalui tiga jalur resmi, yakni Pos Cangar Batu, Pos Tambaksari Purwodadi dan Pos Tretes Prigen.

Pihak Tahura R Soerjo mengimbau agar para pendaki Gunung Arjuno-Welirang masuk melalui tiga jalur pendakian resmi tersebut, sehingga petugas Tahura bisa bertidak cepat bila para pendaki tersesat atau mengalami kecelakaan.

"Kalau mereka (pendaki) melalui pos resmi, minimal kami bisa mencatat namanya. Kami juga tahu mereka mendaki kemana, berapa hari dan turun lewat jalur mana. Ini akan memudahkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan lebih gampang dimonitor kalau lewat jalur resmi," kata Gatot.

Selain itu, pihak Tahura juga bisa memberikan arahan pada para pendaki, terkait medan berat dan cuaca buruk yang terjadi di atas gunung. Gatot menambahkan, jika pendaki lewat jalur tak resmi maka pihaknya tidak akan bertanggungjawab jika terjadi kecelakaan.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved