Senin, 13 April 2026

Penjambret Ketakutan karena Ada Azimat di Tas Rampasan

Asep Solihin (28), residivis kasus penjambretan, merasa dirinya terkena tulah atau karma dari azimat.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Asep Solihin (28), residivis kasus penjambretan, merasa dirinya terkena tulah atau karma dari azimat (isim) dari tas korban yang dijambretnya.

Pasalnya, setelah ia menjambret tas seseorang yang juga berisi jimat, dirinya bernasib sial. Misalnya, ia akhirnya tertangkap dan meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung.

"Saya menjambret tas itu sepekan yang lalu. Saya menemukan jimat di dalamnya. Jimat itu saya simpan, karena takut terkena karma kalau membuangnya. Tapi, tetap saja saya kena tulah dan akhirnya tertangkap polisi," kata Asep, sembari menunduk, Rabu (26/2/2013).

Ayah satu anak ini menjelaskan, azimat tersebut ia simpan di rumahnya, di kawasan Bojongkoneng, Cikutra-Bandung.

Istri dan anak semata wayangnya, tak mengetahui pekerjaan sampingan Asep sebagai bandit jambret.

Selama ini, pria dengan tato di lengan kiri tersebut bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel dengan gaji harian.

Karenanya, dia tak menampik saat temannya, DDK yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) menawarinya untuk melakukan kejahatan. (dic)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved