Ribuan Ikan di Mempawah Mati Mendadak karena Air Sungai Tercemar

Petani tambak ikan, mengeluhkan kematian ribuan ikan mereka secara tiba-tiba di Sungai Mempawah.

TRIBUN PONTIANAK/TRY JULIANSYAH
Petani tambak sedang memisahkan ikan yang mati mendadak dari kolamnya, Rabu (26/3/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Try Juliansyah

TRIBUNNEWS.COM, MEMPAWAH - Petani tambak ikan, mengeluhkan kematian ribuan ikan mereka secara tiba-tiba di Sungai Mempawah, Kecamatan Mempawah Hilir.

Diduga, ikan tersebut mengalami stres dan sekaligus terserang penyakit akibat pencemaran karena perubahan iklim, dari kemarau ke penghujan.

"Kejadian ini sejak Selasa malam. Itulah Bang, capek kita berjaga sampai tengah malam, namun banyak yang mati mendadak. Airnya terasa kelat," kata Syafrani (44) petani keramba, Rabu (26/3/2014).

Syafrani menuturkan, kejadian dimulai sejak pukul 18.00 WIB, dan mulai parah menjelang tengah malam.

Menurutnya, kejadian ini tiba-tiba dan tidak terduga, sehingga dia belum mempersiapkan upaya pencegahan.

"Yang pertama terserang adalah daerah Tanjung Berkat dan menurut informasi dikarenakan adanya perubahan air sungai," ujarnya.

Menurutnya, gejala pertama adalah ikan bermunculan ke permukaan air seperti mencari oksigen. Kemudian tidak lama, ikan lemah dan akhirnya mati.

Ia menilai, kemungkinan air sungai sudah makin tercemar dari hulu sungai, dan pencemarannya bisa dari banyak hal. Satu di antaranya curah hujan yang tinggi juga bisa memungkinkan membawa racun dari hulu ke Sungai Mempawah.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved