Selasa, 7 April 2026

Pemilu 2014

Partai Nasdem Nunukan Dibongkar Serangan Fajar

Partai Nasdem yang semula menargetkan perolehan 4 kursi DPRD Kabupaten Nunukan, harus bisa menerima kenyataan pahit.

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM.NUNUKAN,- Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang semula menargetkan perolehan 4 kursi DPRD Kabupaten Nunukan, harus bisa menerima kenyataan pahit.

Perolehan suara Pemilihan Umum Legislatif DPRD Kabupaten Nunukan, kemungkinan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Serangan fajar menjelang pencoblosan pada 9 April menjadi faktor yang menyebabkan suara partai tersebut terbongkar.

"Kita kalau maunya yang kita targetkan empat caleg dari dapil I, II, III. Itu kalau bisa suara Partai Nasdem ini lebih banyak lagi. Hanya  karena kemarin itu khususnya di dapil II itu serangan fajar luar biasa.  Bahkan dapil I serangan fajar juga dari beberapa partai," ujar Yakub, Tim Pemenangan Partai Nasdem Nunukan, Kamis (10/4/2014).

Yakub mengatakan, bukti serangan fajar dimaksud seperti di Kampung Timur.

"Salah satu partai itu mengamuk karena uangnya sudah diambil masyarakat, dia tidak dicoblos," ujarnya.

Ia menyebutkan, di Daerah Pemilihan II (Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sebatik Barat, Kecamatan Sebatik Tengah, Kecamatan Sebatik Timur dan Kecamatan Sebatik Utara), ada empat partai gajah yang mengobrak-abrik suara Partai Nasdem dengan serangan fajar.

"Itu yang mengobrak-abrik pos pos daripada kami khususnya untuk orang orang Timor. Dari Bambangan sampai Aji Kuning itu habis terbongkar gara-gara uang Rp100 ribu, Rp 200 ribu, Rp300 ribu," ujarnya.

Saat ini Partai Nasdem belum menerima semua hasil penghitungan suara.

"Dari saksi-saksi, belum kasih masuk semua informasi kepada saya dari dapil I, dapil II, dapil III. Baru untuk positifnya 30 persen yang masuk," ujarnya.

Meskipun kalah melawan serangan fajar dari calon anggota legislatif berduit, pihaknya optimistis Partai Nasdem masih bisa mendapatkan kursi DPRD Nunukan.

Kursi dari Daerah Pemilihan I (Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan) diprediksi bisa diperoleh dari pengitungan sisa kursi.

"Prediksi kami masuk putaran kedua. Dia dapat seribu lebih, berarti satu kursi di sini. Optimistis sekali," ujarnya.

Belajar dari pengalaman Pemilihan Umum Legislatif 2014 ini, pada 2019 mendatang pihaknya akan menerapkan strategi yang lebih baik.

"Bahwa yang tadinya kami ingin mengubah mindside masyarakat supaya tidak hanya mementingkan uang Rp100 ribu, Rp200 ribu, tetapi ternyata masyarakat ini masih terikat dengan itu," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved